Beruang, macan akar hingga kukang dilepasliarkan ke alam bebas?
Merdeka.com - Sebanyak empat ekor satwa liar yang dilindungi negara dilepasliarkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau. Tujuannya, agar satwa dapat berkembang biak secara alami untuk menghindari kepunahan dan terjaganya ekosistem.
"Hewan itu antara lain dua ekor beruang madu atau Helarctos malayanus, satu macan akar (Felis bengalensis), serta satu kukang (Nycticebus coucang). Hewan itu merupakan milik warga yang diserahkan ke petugas, dan juga hasil penyitaan," ujar Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Rabu (7/11).
Dia menjelaskan, pelepasliaran satwa itu setelah beberapa saat berada di kandang transit satwa milik BBKSDA. Pelepasan dilakukan bertepatan dengan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional.
"Kukang itu hasil sitaan, sedangkan macan dan beruang diserahkan warga ke BBKSDA beberapa hari lalu," kata Suharyono.

Dia menyebutkan, pelaksanaan lepas liar satwa itu dilakukan di kawasan konservasi milik BBKSDA dalam pengelolaan yang jauh dari pemukiman penduduk. "Kawasan konservasi kita itu merupakan habitat hewan-hewan tersebut," ucapnya.
Pelepasliaran dilakukan oleh 6 orang petugas BBKSDA, dipimpin drh Rini Deswita bersama polisi kehutanan, paramedis, juga perawat satwa. Serta sejumlah anggota tim.
"Mereka berangkat dengan menggunakan dua kendaraan yang masing masing membawa satu ekor beruang dan satwa lainnya ke kawasan konservasi," terangnya.
Suharyono mengungkapkan, sebelum dilepaskan, petugas terlebih dahulu mengecek kesehatan keempat ekor hewan itu.
"Apabila dinilai siap dilepaskan ke alam bebas maka akan segera dilakukan pelepasliaran ke habitatnya. Jika belum, maka butuh perawatan dan penanganan medis baru dilepaskan," terangnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya