Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu Tokoh Kaltim, Presiden Jokowi Minta Dukungan Bangun Ibu Kota Baru

Bertemu Tokoh Kaltim, Presiden Jokowi Minta Dukungan Bangun Ibu Kota Baru Presiden Joko Widodo bertemu tokoh masyarakat Kaltim. ©2019 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo bertemu dengan tokoh masyarakat adat dan agama saat melakukan kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur. Dalam pertemuan tersebut Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut meminta dukungan untuk membangun ibu kota baru ke Penajam Paser Utara.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit, Jokowi juga menjelaskan kepada para tokoh bahwa pemindahan Ibu Kota adalah sebuah transformasi.

"Ada sebuah transformasi pindahnya budaya kerja, pindahnya sistem kerja kita, pindahnya pola pikir kita, ya semuanya dengan kepindahan ini saya sudah sampaikan kepada menteri," kata Jokowi di hadapan para tokoh di Resto de Bandar, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (17/12).

Pertemuan tersebut juga didampingi sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju seperti Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Erick Thohir, Mendagri Tito Karnavian, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, dan Gubernur Kaltim Isran Noor.

Jokowi Tidak Ingin Ibu Kota Sepi dan Mahal

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga menjelaskan saat rapat terbatas membahas perkembangan ibu kota baru. Dia menegaskan dalam pemindahan ibu kota adalah bentuk percepatan transformasi ekonomi di Kalimantan Timur.

"Artinya bahwa perpindahan ibu kota ini adalah sebagai sebuah percepatan transformasi ekonomi," kata Jokowi saat membuka rapat bersama jajaran menteri Indonesia Maju di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Senin (16/12).

Dia juga mengatakan Indonesia harus belajar dari negara lain seperti Amerika, Brazil yang sudah melakukan sistem perpindahan ibu kota. Jangan sampai perpindahan tersebut membuat sistem jadi gagal.

"Kita harus belajar dari pengalaman beberapa negara yang pindah ibu kotanya tapi ibu kotanya menjadi kota yang mahal. ini jangan kemudian sepi, ini juga jangan," kata Jokowi.

Jokowi menjelaskan nantinya bukan hanya pegawai pemerintahan, diplomat yang akan menempati ibu kota baru. Sebab menurut dia, nantinya pemindahan tersebut akan dirancang jadi transformasi ekonomi

"Perpindahan basis ekonomi kita menuju ke sebuah smart ekonomi, dan kita ingin perpindahan ibu kota ini juga menandai transformasi produktivitas nasional, transformasi kreativitas nasional, transformasi industry nasional dan transformasi talenta-talenta nasional kita," kata Jokowi.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP