Bertemu Serikat Buruh, Jokowi Bahas Revisi PP Pengupahan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menerima pengurus Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Sarikat Buruh Muslimin Indonesia dan Konfederasi Serikat Nusantara di Ruang Garuda, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/4). Pertemuan dimulai pukul 10.30 WIB dan berlangsung selama 30 menit.
Jokowi didampingi Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko. Pertemuan ini membahas peringatan Hari Buruh atau May Day yang akan digelar pada 1 Mei 2019.
"Berkaitan dengan peringatan Hari Buruh (May Day) yang minggu depan akan dilaksanakan semuanya sepakat bahwa peringatan Hari Buruh akan dilakukan dengan cara-cara kegiatan-kegiatan yang baik, yang memberikan ketenangan dan damai," ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/4).
"Sehingga kita harapkan rakyat juga ikut merasakan kegembiraan dalam merayakan Hari Buruh minggu depan," imbuh Jokowi.

Tak hanya soal peringatan May Day, pertemuan ini menyinggung revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Jokowi menyebut, pemerintah dan serikat buruh sepakat merevisi PP tersebut guna meningkatkan upah layak buruh di Tanah Air.
"Kita harapkan dari serikat pekerja, dari buruh senang. Di sisi yang lain dari perusahaan, dari pengusaha juga senang. Jangan sampai ada yang dirugikan karena PP 78 ini," ujarnya.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nuwa Wea yang hadir dalam pertemuan menjelaskan banyak hal positif yang disampaikannya kepada Jokowi. Misalnya mengenai peringatan May Day. Andi Gani memastikan May Day akan berlangsung damai.
Adapun revisi PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, kata Andi Gani, Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia meminta agar Jokowi membentuk tim bersama. Tim yang melibatkan pemerintah, DPR maupun serikat pekerja ini harus mencari solusi atas pro kontra upah layak buruh yang selama ini diperdebatkan.
"Kami meminta kepada bapak Presiden untuk membentuk desk perburuhan di kepolisian untuk bisa melindungi hak-hak buruh dan juga untuk bisa menjadi tempat mencari keadilan buat para buruh," kata Andi Gani.
Dalam pertemuan ini, sejumlah pengurus serikat pekerja maupun serikat buruh yang hadir adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia/KSPSI Andi Gani Nuwa Wea, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia/KSBSI Mudhofir dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia/KSPI Said Iqbal. Hadir juga Ketua Umum Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia/KPBI Ilhamsyah, Ketua Umum Sarikat Buruh Muslimin Indonesia Syaiful, dan Presiden Konfederasi Serikat Nusantara/KSN Muchtar Guntur.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya