Bertemu Joe Biden, Jokowi Ingin Laut China Selatan Damai dan Stabil
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Perdana Amerika Serikat di sela KTT COP26 di Glasgow, Skotlandia, Senin (1/31). Dalam pertemuan itu, Jokowi menyampaikan keinginannya agar situasi di laut China Selatan damai dan stabil.
"Mengenai laut China Selatan, Presiden menyampaikan bahwa keinginan Indonesia hanya satu yaitu laut China Selatan sebagai laut yang damai dan stabil, untuk itu Presiden menekankan bahwa hukum internasional khususnya UNCLOS 1982 harus dihormati oleh semua pihak," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam tayangan youtube sekretariat presiden, Selasa (2/31).
Dia melanjutkan, isu demokrasi juga dibahas kedua kepala negara. Presiden Jokowi menekankan pentingnya bagi kedua negara untuk memastikan 'democracy delivers'.
"Sebagai negara demokrasi kedua dan ketiga terbesar di dunia, maka kemitraan strategis Indonesia Amerika Serikat harus berkontribusi bagi kemakmuran dan stabilitas kawasan," ucapnya.
Selain itu, kata Retno, Amerika memberikan dukungan terhadap presidensi G20 Indonesia. Kedua Presiden juga membahas mengenai kerja sama vaksin yang dilakukan selama ini.
“Dan Indonesia menyampaikan apresiasi terhadap dukungan vaksin Amerika Serikat kepada Indonesia," jelasnya.
Retno mengungkapkan, pertemuan bilateral Jokowi dan Biden berjalan cukup lama sekitar satu jam dengan suasana yang sangat hangat dan bersahabat. Ini adalah pertemuan fisik pertama kedua Presiden itu.
"Presiden Biden menyampaikan pentingnya peran kepemimpinan Indonesia dalam kawasan, dan menyampaikan komitmen untuk memperkuat kerja sama dengan Indonesia," pungkasnya.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya