Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bertemu GMKI, Wapres JK sampaikan terorisme ada pengaruh dari negara lain

Bertemu GMKI, Wapres JK sampaikan terorisme ada pengaruh dari negara lain GMKI. ©2018 Merdeka.com/Intan Umbari

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sahat Martin Philip Sinurat di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (17/5). Dalam pertemuan tersebut, JK menyampaikan persoalan peristiwa teror yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia.

JK, kata Sahat, menjelaskan bahwa peristiwa teror bukan hanya peristiwa dari dalam negeri. Melainkan juga berkaitan dengan faktor eksternal atau luar negeri.

"Dari bapak Wapres menyampaikan terkait peristiwa terorisme ini memang tidak hanya terkait dengan persoalan internal negara Indonesia saja, tapi sudah berkaitan juga faktor eksternal seperti adanya negara-negara gagal yang kemudian orang-orang Indonesia datang ke sana seperti Afghanistan, Suriah, dan lain-lain," papar Sahat usai bertemu JK di Kantor Wapres, Jl Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (17/5).

"Ketika mereka sampai ke sana, mereka melihat peristiwa-peristiwa bom dan lain-lain dan akhirnya ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka memiliki kemarahan untuk membalaskan ini," tambah Sahat.

Dia mengatakan JK menyampaikan bahwa pemerintah mencoba untuk menyelesaikan hal ini. Pemerintah juga berupaya ambil bagian dalam upaya membantu perdamaian di negara konflik, seperti Afghanistan.

"Beberapa waktu lalu presiden datang ke Afghanistan untuk mencoba menyelesaikan juga Palestina dan lain-lain upaya yang dilakukan," kata Sahat.

Tidak hanya itu, JK juga meminta untuk menguatkan peran kelembagaan. Agar bisa menanamkan nilai-nilai pancasila. "Dan kemudian yang kedua menguatkan peran kelembagaan supaya bisa menanamkan spirit-spirit Pancasila lebih baik," papar Sahat.

GMKI ajak publik melawan teroris

Sahat mengaku sudah melakukan sejumlah upaya untuk membantu pemerintah agar peristiwa teror bom yang terjadi di Indonesia tak terulang. Tidak hanya itu, dia juga mendorong agar masyarakat waspada dan tidak resah dengan aksi teror yang telah diluncurkan beberapa hari ini.

"Tidak hanya bicara kami tidak takut, karena pasti semua masyarakat kita resah, tapi kita mendorong supaya masyarakat waspada dan melawan terorisme," kata Sahat.

Pihaknya juga menegaskan untuk para oknum pemerintah, tokoh agama, pendidikan, politik serta partai politik agar tidak mengeluarkan ujaran kebencian. Yang dapat menyebabkan masyarakat terhasut dan percaya dengan isu hoaks.

"Kami tegaskan adalah kami meminta oknum-oknum pemerintah, kemudian tokoh-tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh politik, partai politik untuk berhenti mengeluarkan ujaran kebencian, doktrin-doktrin kebencian," kata Sahat.

Dia juga meminta seluruh lembaga di Indonesia agar tidak ada yang berpaham radikal. Oleh karena itu, GMKI berupaya untuk merangkul mahasiswa serta masyarakat.

"Kami juga meminta polisi negara harus bisa menjamin karena tetap masyarakat harus diprioritaskan jangan sampai masyarakat kembali menjadi korban peristiwa bom," kata Sahat.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP