Bersihkan gorong-gorong dekat Istana, Kopaska terhalang lumpur
Merdeka.com - Komando Pasukan Katak (Kopaska) mengalami kesulitan ketika ingin membersihkan gorong-gorong sepanjang dari sungai PHB Abdul Muis hingga ujung Jalan Medan Merdeka Utara. Hal ini dikarenakan banyaknya lumpur yang mengendap di dalam gorong-gorong.
"Di bawah itu lumpur paling banyak, kalau misal lingkaran 80 persen itu lumpur. Jadi kalau masuk ke dalam air itu hanya mengendap di situ, kita enggak tahu bagaimana bisa endap begitu. Ya berarti sisanya 20 persen air," ujar salah satu personel Kopaska yang enggan disebutkan namanya ketika ditemui di lokasi, Jakarta Pusat, Kamis (3/3).
Sementara itu, tak berapa lama petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba lokasi dengan dua unit mobil.
"Sementara baru dua unit kita turunkan, satu unit sedang meluncur ke sini. Bedanya yang satu unit itu bisa nyemprot dan sedot juga," ujar Kepala Pewira Piket, Syarifudin.
Menurut Syarifudin, info yang didapat oleh pihaknya bahwa pasukan katak kesulitan menembus gorong-gorong.
"Yang tahu dari tim katak, katanya banyak lumpur ya mungkin sudah keras," katanya.
Dari pantauan merdeka.com, ujung gorong-gorong yang tembus sungai di Jalan Abdul Muis berukuran lebih kurang lebar 3 meter dan tinggi 3 meter. Namun hal tersebut tidak sama ketika memasuki gorong-gorong, posisi lebih nunduk dan merangkak. Ukuran gorong-gorong berbentuk kotak itu sekitar 1x1 meter. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya