Berobat ke RS di Palembang, Warga Lahat Tertular Virus Corona
Merdeka.com - Seorang pria berusia 65 asal Lahat, Sumatera Selatan, dinyatakan positif Covid-19 melalui uji swab. Pasien tertular virus itu diduga ketika berobat di salah satu rumah sakit di Palembang.
Pasien menjalani opname selama sembilan hari di RS Palembang pertengahan bulan lalu dengan keluhan sesak napas dan demam. Sepekan kemudian, pasien dirawat kembali di RSUD Lahat dan dirujuk ke RSUD Basemah Pagaralam.
Pertengahan bulan ini, pasien berencana berobat kembali ke Palembang. Namun lantaran kondisinya tak memungkinkan dia harus dirawat di RSUD Lahat. Sampel pasien dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang dan dinyatakan positif Covid-19. Pasien saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi di RSUD Lahat.
Menanggapi hal itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Sanderson meminta pemerintah setempat melakukan langkah progresif dalam menangani penyebaran Covid-19 karena kondisinya semakin mengkhawatirkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah segera melakukan tes dan isolasi yang ketat bagi pendatang.
"Seharusnya Pemkab Lahat melarang pendatang masuk, apalagi dari zona merah harus benar-benar dipantau, terbukti kontribusi penyebaran dalam kasus Covid-1919 di Lahat menular melalui pasien yang pernah berobat ke tempat wilayah zona merah," ungkap Sanderson dalam keterangan pers yang diterima merdeka.com, Jumat (24/4).
Dia juga mendesak Pemkab Lahat serius mempertimbangkan pembatasan akses keluar masuk untuk warga agar benar-benar terpantau pergerakannya. Tim Gugus Tugas Covid-19 telah bekerja dengan baik, namun ke depan lebih maksimal lagi karena diperkirakan memasuki puncak pandemi Corona.
"Lakukan kerja sama dengan daerah perbatasan, awasi jalan tikus. Itu penting mengingat luas wilayah Lahat yang besar tentunya akses masuk dari jalan tikus akan meningkat seiring pembatasan di jalan umum dalam menangani lonjakan pasien positif," ujarnya.
Dia menambahkan, manajemen kelengkapan rumah sakit juga harus benar-benar siap menampung pasien positif dan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat untuk memberikan rasa aman.
"Bercermin dari rumah sakit daerah lain, pemerintah harus memegang kendali mengkoordinasikan puskesmas-puskesmas, kangan sampai ada penolakan pasien karena ini tidak manusiawi," kata dia.
Sanderson meminta masyarakat menjalankan isolasi mandiri dengan sungguh-sungguh dan melakukan jaga jarak sosial (social distancing) serta pola hidup sehat.
"Perusahaan swasta yang merumahkan karyawannya, bila tidak mampu secara total bisa dilakukan bergantian dan harus melapor ke ketua RT tempat mereka tinggal tentang koordinasi warga pendatang," pungkasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya