Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bermula saling ejek antar napi, berujung kerusuhan di Rutan Pemalang

Bermula saling ejek antar napi, berujung kerusuhan di Rutan Pemalang Ilustrasi penjara. ©2012 Shutterstock/rook76

Merdeka.com - Bermula saling ejek antar napi, kerusuhan terjadi di Rutan Kelas IIB Pemalang, Jawa Tengah pada Minggu (8/7) malam. Akibatnya, sejumlah fasilitas di rutan tersebut rusak.

Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS, Kemenkumham, Ade Kusmanto, mengatakan, kerusuhan bermula dari kesalahpahaman dua napi penghuni kamar 11. "Mereka itu warga binaannya pindahan dari lapas narkotika Jakarta. Di antara mereka itu ada yang saling ejek berujung perkelahian dan luka dialami salah satu napi," ujarnya, Senin (9/7).

Saat ada rekannya yang terluka, napi lain meminta tolong ke petugas. Namun karena tak sabar, mereka malah merusak fasilitas yang ada di rutan.

"Mendobrak pintu, segera keluar malah tidak fokus sama tahanan yang luka. Malah merusak pintu-pintu kamar yang lain. Momen itu dimanfaatkan melakukan gangguan keamanan yang mungkin kalau sudah lemah mau melarikan diri," sambungnya.

Sebelum meluas, kerusuhan ini berhasil diredam oleh para petugas keamanan lapas. Sembilan pintu kamar napi terlanjur jebol akibat buntut peristiwa yang melibatkan ratusan tahanan ini. Selain menjebol sembilan pintu sel, napi juga sempat merusak pintu pengamanan rutan dan kaca di ruang sipir.

"Dua napi terluka dibawa ke Rumah Sakit Dr Ashari Pemalang. Sementara 17 napi ditetapkan sebagai otak kerusuhan," imbuh Ade. Selain itu, 10 dari mereka kemudian dievakuasi ke Lapas Tegal dan sisanya dipindah ke Lapas Brebes.

Ade memastikan bahwa saat ini kondisi di rutan kelas IIB Pemalang bisa dinyatakan sudah kondusif. Sejumlah petugas bersenjata dari Polres Pemalang juga disiagakan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP