Berkostum Orangutan, Walhi Tolak PLTA Batangtoru di Depan Konjen China
Merdeka.com - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut kembali melakukan unjuk rasa menentang pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru yang dinilai akan mengancam ekosistem. Setelah menggelar aksi di depan kantor Bank of China beberapa waktu lalu, hari ini, Jumat (1/3), giliran Konsulat Jenderal China yang mereka geruduk.
Aksi dilakukan belasan orang dari Walhi Sumut. Mereka membawa poster yang isinya menolak pembangunan PLTA Batangtoru yang merupakan investasi dari China. Peserta aksi mengenakan kostum orangutan. Ada pula yang memakai topeng orangutan. Tidak ada orasi seperti dalam aksi ini. Pendemo hanya diam sambil memegang poster berisi protes.

Beberapa kemudian sekuriti Konjen China membuka gerbang dan menerima surat dari pendemo. Setelah menyerahkan surat terkait penolakan terhadap pembangunan PLTA Batangtoru, peserta aksi membubarkan diri.
Direktur Walhi Sumut, Dana Tarigan, mengatakan, aksi ini sengaja dilakukan jelang putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan terkait gugatan mereka terhadap izin lingkungan PLTA Batangtoru.
Walhi berpandangan keberadaan PLTA itu mengancam lingkungan di sekitarnya, termasuk habitat orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis). Padahal jumlah satwa itu di hutan Batangtoru diperkirakan tidak sampai 800 individu.

"Kehadiran PLTA dipastikan bakal merusak habitat dan ekosistem Batang Toru yang berimplikasi pada kepunahan hewan atau tumbuhan yang menjadi identitas Tapanuli Selatan (Tapsel)," sebut Dana.
Sebelumnya, Rabu (30/1), Walhi Sumut juga sempat melakukan aksi di kantor Bank of China, Jalan Raden Saleh, Medan. Mereka menyerahkan surat yang isinya meminta agar bank itu menghentikan pendanaan pembangunan PLTA Batangtoru.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya