Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berkat bantuan Gus Ipul, warga Mojokerto bisa minum air bersih

Berkat bantuan Gus Ipul, warga Mojokerto bisa minum air bersih Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul). ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejak mendapat bantuan dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul), warga yang tinggal di wilayah Desa Sidorejo, dan Lekardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, bisa merasakan air bersih. Sebelumnya, mereka menggunakan air galian sumur, tapi membuat menjadikan suatu penyakit.

Warga tidak menyadari kalau air dalam sumur tersebut mengandung limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun). Karena limpahan dari perusahaan yang pengolah limbah B3 di daerah sekitar lingkungan rumah warga, sehingga mencemari di sumur.

Tapi, begitu Gus Ipul memberikan bantuan uang sebesar Rp 125 juta, pada bulan Juni 2017 lalu. Uang tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik, untuk membeli air bersih sebesar Rp 75 juta. Sisanya Rp 50 juta diperuntukkan melakukan penelitian dari Universitas Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS).

Kepala Desa Lekardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Utomo, mengungkapkan, sejak mendapat bantuan materil dari Gus Ipul, warganya benar-benar bisa hidup sehat. Tidak seperti sebelumnya, banyak warganya sakit.

Terutama, anak-anak, tubuhnya mengalami penyakit kulit, seperti muncul seperti bintik-bintik merah, disertai gatal. Warga pun akhirnya membeli air bersih menggunakan galon.

"Tapi, setelah mendapat bantuan uang dari Gus Ipul. Warga sekarang sudah hidup sehat, karena menggunakan air bersih secara gratis, berkat bantuan uang yang diberikan sama Gus Ipul," kata Utomo, Rabu (3/1).

Sejak mendapat sumbangan untuk membeli air bersih mulai bulan Juni 2017 lalu, warga Dusun Lakardowo, Selang, Sumberwuluh, Sambigembol, dan Kedung Palang, Mereka sekarang bisa minum, memasak dan mandi dengan menggunakan air bersih yang didatangkan langsung dari Pacet.

Tandon air itu sendiri, kata Utomo, ditempatkan di beberapa titik yang sudah disepakati warga setempat. Diperkirakan dari lima dusun, terdapat sekitar 15 hingga 17 tandon untuk menampung air bersih yang dibeli warga, dari uang bantuan Gus Ipul.

"Bantuan ini sampai sekarang masih berjalan. Bahkan, Gus Ipul sendiri yang bilang, kalau air bersihnya habis bisa menghubungi ajudannya. Itu sudah saya lakukan, bantuan itu langsung datang, dan saya gunakan untuk beli air bersih untuk warga," ujar pria berusia 40 tahun tersebut.

Dia berharap, tidak hanya harus mengandalkan bantuan dari Gus Ipul saja. Tapi, pemerintah provinsi supaya ikut memberikan bantuan. Mengingat, masih banyak warga yang membutuhkan air bersih. Karena, warga yang rata-rata seorang petani, tempat tinggalnya itu harus bergantian untuk mendapatkan air bersih.

"Selalu bergantian. Setelah warga si A, besoknya warga si B. Itu terus berjalan. Jadi warga ini masih banyak membutuhkan air bersih," katanya. (mdk/paw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP