Berkas Jessica belum dilimpahkan, Polda klaim kantongi petunjuk baru
Merdeka.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Krishna Murti, hingga kini masih menggantungkan berkas perkara Jessica Kumala Wongso (27). Penyidik mengungkapkan, pihaknya sudah memiliki satu petunjuk lagi untuk melengkapi berkas ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).
"Belum (belum diserahkan kembali), kasus Jessica itu ada petunjuk satu lagi. Tapi kami tidak ingin sebutkan apa," kata Krishna, Jumat (15/4).
Mesti tak menjelaskan detail satu petunjuk tersebut, Krishna menjelaskan penyidik sudah duduk bersama JPU soal petunjuk itu dalam rangka mencocokan dakwaan di pengadilan nanti.
"Jadi sekarang dalam proses pemenuhan. Sekarang kami menunggu, sudah ada laporannya tinggal berita acaranya dari ahli hukum," ujarnya.
"Kami upayakan selesai, karena ahlinya kan dari luar kota. Jadi nanti kalau BAP sudah selesai minggu depan akan segera kami kirimkan. Kalau alat bukti sendiri sudah cukup. Kalau dari diskusi kami dengan JPU Insya Allah cukup, tinggal melengkapi kekurangan sedikit saja," tambahnya.
Namun lagi-lagi Krishna enggan menjelaskan kekurangan apa yang di maksud. Menurutnya, hal itu bagian dari teknis penyidik yang tak bisa dipublikasikan.
"Ya intinya kami ada petunjuk yang kurang dikit dan pemenuhannya kurang melibatkan karena pertanyaannya dari ahli dan ahli itu menjawab harus sesuai dengan kajian ilmiah. Bahkan perlu ada eksperimen untuk menjelaskan pertanyaan JPU yang nanti JPU juga akan bisa menjelaskan di pengadilan, karena JPU berpikirnya secara komprehensif dilihat dari berbagai bukti," paparnya.
"Kalau ada pertanyaan dari JPU ini coba dijawab kami meminta ahlinya menjawab itu juga, dan proses itu sudah dipenuhi. Nanti kami kirimkan kembali nanti, berita acaranya belum karena ahlinya sudah melakukan itu tinggal berita acaranya, beliau lagi di luar kota kembali di BAP minggu minggu ini minggu depan kami kembalikan ke minggu depan Insya Allah, yang pasti hanya kematian dari Allah yang lainnya Insya Allah apalagi proses penyelidikan," tutupnya.
"Pelindo menganggap dia regulator padahal dia operator," cetusnya.
(mdk/ren)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya