Berkah Pandemi Bagi Peternak Ayam di Kampar
Merdeka.com - Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dikenal sebagai salah satu lumbung peternakan ayam pedaging di Bumi Lancang Kuning Riau. Ketua kelompok pengusaha peternakan ayam, Akbar Markib (54) menuturkan, saat ini terdapat 12 kandang yang dimiliki para pengusaha peternakan ayam di Kecamatan Tambang dan tergabung ke dalam Kelompok Payung Sekaki.
Satu kandang bisa menampung antara 5-10 ribuan ekor ayam. Secara keseluruhan, kelompok yang dia pimpin tersebut membudidayakan sekitar 120 ribu ekor ayam pedaging.
Akbar bercerita bahwa selama pandemi ini, justru harga ayam jauh lebih baik dibandingkan hari normal. Di awal 2021, kata dia, harga ayam di pasaran bertahan dalam rentang harga Rp27.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Harga itu jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelum pandemi yang tidak jauh dari kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000.
Dalam menjalankan bisnisnya, Akbar mengatakan kelompoknya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan berbasis agribisnis skala nasional. Kerja sama yang telah terjalin dalam beberapa tahun terakhir itu untuk menjamin harga jual ayam setelah panen.
Menurut dia, harga yang disepakati antara dirinya dengan perusahaan Rp18.000 per kilogram ayam. Meski jauh di bawah harga pasaran, dia mengatakan peternak merasa lebih aman dan selisih harga tinggi akan menjadi bonus bagi para peternak.
"Dengan harga pasaran tinggi, kami juga ikut kecipratan untung karena mendapatkan bonus," kata Akbar di Kampar, Selasa (12/1).
Dengan harga di atas, Akbar mengaku pendapatannya bisa mencapai Rp20 hingga Rp50 juta dalam sekali panen. Sementara, dalam setahun dia mengatakan mampu melakukan enam kali panen.
Saat ini, dia mengklaim bahwa Desa Parit Baru, Kecamatan Tambang bisa disebut sebagai salah satu sentra penghasil ayam terbesar di Provinsi Riau. Akbar yang telah menjalankan usaha ternak ayam sejak tahun 2000 silam tersebut memiliki keinginan agar warga desanya bisa sejahtera melalui ternak ayam.
"Dulu di sini beli motor (mobil) saja susah. Sekarang sudah bisa punya motor sudah bisa punya rumah," ujarnya.
Akbar merupakan satu dari 10 penerima bantuan modal usaha dari PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V. Dia bersyukur dengan adanya bantuan tersebut. Menurutnya, kelompok peternak ayam telah memiliki banyak pengalaman. Yang dibutuhkan saat ini adalah keberanian dan modal agar dapat berkembang.
"Mereka ini sudah punya pengalaman. Hanya butuh keberanian dan modal agar dapat berkembang. Inilah saatnya. Dengan bantuan modal PTPN V, kita harus mampu berkembang," terangnya.
Perusahaan pelat merah tersebut mengucurkan modal sebesar Rp500 juta kepada para peternak ayam di sana. Chief Executive Officer PTPN V Jatmiko K Santosa mengatakan, bantuan pengembangan modal usaha tersebut sebagai langkah perusahaan dalam mendukung pengusaha lokal untuk tetap tumbuh di masa pandemi.
"Pandemi menyerang seluruh sendi. Tidak hanya kesehatan, tapi juga sosial sampai ekonomi. Para pengusaha seperti budidaya ayam pedaging di Tambang, Kabupaten Kampar merupakan salah satu penyokong ekonomi yang harus terus kita perkuat. Dan disini PTPN V hadir. Komitmen kita untuk senantiasa ambil bagian dalam program pemulihan ekonomi nasional yang dicanangkan Pemerintah," tuturnya.
Penyaluran dana kerja tersebut dalam bentuk bergilir dan bergulir. Harapannya modal usaha yang diberikan dapat menjadi stimulus untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui penambahan omzet dan tenaga kerja.
"Kita lihat potensinya besar. Kelompok usaha ayam pedaging ini berpeluang sekali untuk semakin tumbuh dan mendorong ekonomi setempat melalui pembukaan lapangan kerja baru," tambah Jatmiko.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya