Berkah 1 Suro, pencuci keris laris manis
Merdeka.com - 1 Suro atau dalam penanggalan Islam tepat 1 Muharam 1434 Hijriyah, membawa berkah tersendiri bagi para pencuci benda keramat di Surabaya, Jawa Timur.
Di tempat jamas atau pencucian keris Sanggar Mataram, yang berada di Jalan Dupak, Surabaya ini misalnya, setiap 1 Suro banyak dihampiri pelanggan. Bagi masyarakat Jawa 1 Suro selalu identik dengan 'ngumbah gaman' atau cuci pusaka alias benda-benda keramat. Biasanya, benda-benda keramat itu berupa keris. Ada yang berkelok-kelok dan ada juga yang lurus tanpa luk (kelok).
Tak mudah menggelar ritual 'ngumbah gaman' ini karena butuh keahlian khusus. "Sebab jika tidak, yoni atau nilai magis yang menaungi pusaka tersebut akan hilang atau berkurang aura gaib-nya," terang pemilik Sanggar Mataram, Ibrahim, Kamis (15/11).
Tarif yang dibandrol Ibrahim untuk sekali cuci, antara Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Tiap 1 Suro, Ibrahim selalu kebanjiran order, dan mampu meraup keuntungan sekitar Rp 1 juta lebih. "Tarifnya tergantung jenis dan kekuatan benda pusakanya. Kalau yoni-nya kecil, ya cuma Rp 50 ribu," kata Ibrahim.
Sementara itu, Supranoto salah satu pelanggan Ibrahim mengaku, setiap 1 Suro selalu menyempatkan diri datang ke tempat Ibrahim, hanya sekadar untuk mencuci tiga pusaka miliknya.
"Saya biasanya ya datang ke sini (Sanggar Mataram). Saya punya keris jenis Nogo Sosro. Konon keris ini, ya Keris Empu Gandring, yang digunakan Ken Arok untuk membunuh Tunggul Ametung. Tapi ya nggak tahulah, itu kan cuma cerita turun temurun," cerita Supranoto. (mdk/tts)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya