Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berkaca kasus Angeline, Polda Bali perlu punya anjing pelacak mayat

Berkaca kasus Angeline, Polda Bali perlu punya anjing pelacak mayat aksi seribu lilin buat angeline. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Lamanya penemuan jasad Angeline hingga sampai puluhan hari menjadi evaluasi bagi Polda Bali yang tidak memiliki SAR Kadaver (anjing pelacak mayat). Kapolda Bali, Irjen Ronny F Sompie, menyatakan ke depan kepolisian di Pulau Dewata harus memiliki anjing khusus pelacak mayat.

"Saat hilangnya Angeline, kita sudah turunkan tim pelacak. Sayang memang satwa pelacak yang kita miliki tidak ada khusus pelacak mayat," papar Ronny di Denpasar, Kamis (11/6).

Kecurigaan tim penyidik, kata Ronny, karena melihat anjing pelacak yang hanya berputar-putar di lokasi. "Dengan adanya kasus ini, kita akan ajukan agar Bali ada tim pelacak khusus. Terutama adanya anjing pelacak mayat," harapnya.

Seperti diketahui, Angelina dinyatakan hilang pada 16 Mei 2015. Setelah lebih dari 20 hari, dia ditemukan membusuk di kandang ayam di rumahnya sendiri di Jalan Sedap Malam No 26 Denpasar. Angelina dibunuh oleh Agustai, satpam rumahnya, yang juga memerkosanya berkali-kali.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP