Beri umrah masyarakat pakai dana APBD, Ratu Atut didemo

Reporter : Al Amin | Jumat, 1 Juni 2012 14:16




Beri umrah masyarakat pakai dana APBD, Ratu Atut didemo
ilustrasi Haji di mekah. merdeka.com/shutterstock.com

Merdeka.com - Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di Kantor Gubernur Banten di Serang, mengecam pemberian umrah bagi kelompok masyarakat tertentu yang menggunakan dana APBD Banten 2012 senilai Rp 5,2 miliar.

Unjuk rasa yang dilakukan front aktivis mahasiswa Banten tersebut dilakukan dengan cara berorasi di depan Kantor Gubernur Banten Jalan Brigjen KH Sjam'un Kota Serang. Selain berorasi, pengunjuk rasa juga membawa kertas karton bertuliskan kritikan terhadap penggunaan APBD Banten untuk ibadah umrah sekitar 200 orang.

"Urusan ibadah kenapa mesti pakai APBD. Padahal sebaiknya uang Rp 5,2 miliar dimanfaatkan untuk fasilitas pendidikan atau kesehatan masyarakat umum," kata koordinator pengunjuk rasa, Satria Eko Purnomo, Jumat (1/6).

Ia mengatakan, penggunaan dana APBD Banten sebesar Rp 5,2 miliar untuk kegiatan ibadah umrah kelompok masyarakat tertentu, tidak efektif dan dinilai salah sasaran. Sebab, urusan ibadah umrah bagi masyarakat seharusnya menggunakan dana sendiri sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Selain menentang penggunaan APBD Banten untuk umrah kelompok masyarakat tertentu, pengunjuk rasa juga menduga adanya 'mark up' anggaran kegiatan tersebut. Sebab, jika anggaran Rp 5,2 miliar untuk umrah sekitar 200 orang warga, maka rata-rata setiap orang masing-masing dibiayai Rp 26 juta untuk umrah tersebut.

"Kami sudah berkeliling menanyakan ke sejumlah perusahaan jasa travel. Biaya umrah itu normalnya Rp 13 juta hingga Rp 16 juta, tetapi ini setiap orang mencapai Rp 26 juta," kata Eko Purnomo.

Ia juga meminta Pemprov Banten menjelaskan dasar-dasar dan kriteria warga yang diberangkatkan umrah tersebut, karena disinyalir sebagian besar masyarakat tersebut dari unsur partai politik dan PNS, yang dinilai mampu berangkat umrah dengan biaya sendiri.

Unjuk rasa tersebut berlangsung tegang karena para pengunjuk rasa memaksa masuk ke Kantor Gubernur, namun dihalang-halangi Satpol PP Provinsi Banten. Hingga akhirnya pengunjuk rasa membubarkan diri karena tidak tanggapan dari Gubernur maupun pejabat lainnya dari Pemprov Banten.

Pekan sebelumnya Pemprov Banten memberangkatkan sekitar 200 orang tokoh masyarakat, untuk beribadah umrah ke tanah suci Mekah dengan anggaran yang dikeluarkan dari APBD Banten 2012 sekitar Rp 5,2 miliar.

"Mereka yang berangkat umrah itu terdiri dari tokoh masyarakat, guru ngaji dan sejumlah unsur masyarakat lainnya. Keseluruhan anggaran Rp 5,2 miliar itu untuk kegiatan haji dan umrah," kata Kepala Biro Kesra Provinsi Banten Anisul Fuad.

[war]
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Bius singa buat foto-foto, kebun binatang Argentina dikecam
  • KPK akhirnya tahan eks Sekjen ESDM
  • Puting beliung terjang Bandung Timur, pohon bertumbangan
  • Politikus PDIP bela Rini Soemarno soal penjualan aset BUMN
  • 2 Napi di Bangli berhasil kabur setelah curi motor di sekolah
  • Tolak digusur, pedagang Pasar Koblen hujani polisi dengan batu
  • Ranking FIFA: Indonesia turun dua peringkat
  • Ranking FIFA: Jerman tutup tahun 2014 di posisi puncak
  • Pemerintah cekal pengusaha penunggak pajak di atas Rp 100 juta
  • Samsung bakal jualan smartphone quad-core murah
  • SHOW MORE