'Berhenti Saling Mencurigai, Saatnya Saling Rangkul Sesama Anak Bangsa'
Merdeka.com - Para ulama dan pemuka agama dapat membuat masyarakat lebih tenang dengan menyampaikan materi dakwah yang santun. Di tengah kondisi pandemi sekarang ini upaya-upaya memecah belah sesama anak bangsa harus dihentikan.
"Mari kita berhenti saling mencurigai, sudah saatnya untuk kita saling merangkul antar-sesama anak bangsa," ujar Guru Besar Bidang Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Achmad Mubarok, Rabu (16/12).
Achmad mengaku prihatin dengan kondisi saat ini karena adanya sikap saling curiga di mana ulama yang sering menyuarakan dukungan malah dianggap antek-antek pemerintah. Jika ada yang kritis masih sesuai koridor tidak perlu dihadapkan dengan aparat.
"Sepanjang yang disampaikan tidak membahayakan keamanan negara maka biarkan saja," kata Achmad.
Dia sangat meyayangkan jika ada pihak-pihak yang berusaha membenturkan antara ulama dengan aparat. Menurutnya, kalau tidak ada yang menahan diri ditakutkan bisa berujung perpecahan.
"Jangan sampai di masyarakat muncul anggapan bahwa agama dizalimi, ulama dikriminalisasi dan segala macam. Harus dijelaskan siapa yang pegang kendali saat ini, Presiden memberi contoh dan arahan kepada bawahannya," tutur anggota MPR RI periode 1999-2004 itu.
Achmad mengharapkan pemerintah dalam kebijakannya memberikan contoh yang tegas dan jelas sehingga tidak membingungkan dan menjadi perdebatan di masyarakat. Menurutnya, antara ulama dan umara harusnya berjalan beriringan.
Ia juga menambahkan perlu ada forum komunikasi. "Dibuat seperti seminar saja maka nanti akan ketemu itu, kalau sudah saling ketemu dan bicara maka nanti yang di bawah-bawahnya juga akan meniru," tandasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya