Berharap PPKM Tidak Diperpanjang, Wali Kota Bandung Sebut Masyarakat Lelah
Merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung berharap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tidak diperpanjang. Di sisi lain, mereka ingin ada relaksasi pelaku usaha di sejumlah sektor perekonomian.
Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengatakan harapan itu didasarkan pada penurunan kasus dan keterisian rumah sakit untuk pasien Covid-19 sudah mulai terkendali.
"Harapan saya, (PPKM) tidak diperpanjang harapannya seperti itu karena masyarakat sudah lelah. Hari ini, (kasus Covid-19) terkendali, keterisian rumah sakit di angka 49 persen," kata Oded di Pendopo Wali Kota Bandung, Senin (9/8).
Meski demikian, ia tidak menutup mata jika kemungkinan PPKM bisa diperpanjang. Jika hal tersebut terjadi, maka ia akan merumuskan beragam hal, salah satunya mengenai relaksasi beberapa sektor perekonomian. Ini pun berkaitan dengan banyaknya aspirasi pelaku usaha.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait PPKM. Hanya saja, ia menyoroti mengenai kegiatan usaha yang harus mendapat relaksasi.
Pasalnya, pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung berada di minus 0,04 dari target 1,65 pada kuartal satu. Ini dipengaruhi dengan aktivitas beberapa sektor ekonomi yang tidak bergerak maksimal.
"Kita ingin segera recovery, kita ingin lakukan dorongan agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa jauh lebih maksimal," katanya.
Konfirmasi aktif di Kota Bandung saat ini sebanyak 6.000 kasus dari kondisi sebelumnya saat kasus naik signifikan mencapai 9.000 kasus. Keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 di rumah sakit berada di angka 49,65 persen jauh dari ambang batas WHO yaitu 60 persen.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya