Berharap Kolor Ijo segera tertangkap
Merdeka.com - Jelang Ramadan, warga Probolinggo, Jawa Timur justru kembali dibuat resah dengan kabar kemunculan Kolor Ijo. Kabar meresahkan itu datang dari Desa Kebonsari Wetan, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (18/7) dini hari.
Dalam aksinya, pelaku bertubuh pendek itu diketahui selalu mengenakan cadar hitam dan membawa celurit. Pelaku selalu masuk melalui jendela kamar korban.
"Dalam setiap aksinya, pelaku (Kolor Ijo) selalu membawa celurit, bercadar, berjaket hitam serta ciri-cirinya juga sama," Kanit Pidum Polresta Probolinggo, IPTU Windu.
Warga meyakini si Kolor Ijo adalah orang yang sedang menyempurnakan ilmu hitam dengan syarat-syarat yang tidak masuk akal seperti memperkosa wanita muda.
Hal itu terlihat dari aksi yang dilakukannya pada Rabu (18/7) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Kolor Ijo berusaha membawa kabur seorang gadis berinisial MS (19) untuk diperkosa di areal persawahan yang berada kurang lebih 300 meter dari kediaman korban di Pesawahan, Kecamatan Tiris.
Dengan menggunakan celurit, si Kolor Ijo mengancam MS agar tidak melawan dan berteriak. Namun, aksi perkosaan itu urung dilakukan karena sang korban mengaku merupakan putri seorang maling.
"Korban lolos dari perkosaan pelaku karena mengaku kalau dirinya putri seorang maling. Kemungkinan atas pengakuan korban, inilah pelaku takut dan meninggalkan korban seorang diri," terang Iptu Windu Prio.
Kejadian serupa telah berkali-kali terjadi di Probolinggo akhir tahun lalu. Peristiwa ini bahkan telah sampai ke telinga anggota DPRD Probolinggo.
Bahkan, Komisi A DPRD Probolinggo pernah memanggil jajaran Polresta Probolinggo dan meminta untuk secepatnya mengungkap siapa pelaku yang biasa disebut 'Kolor Ijo' tersebut.
Berdasarkan data yang diperoleh merdeka.com, sejak tahun 2008 hingga 2012 tercatat sudah ada 12 kasus Kolor Ijo. Namun, hingga kini polisi belum berhasil mengungkapnya. Padahal, masyarakat telah dibuat resah atas aksi si Kolor Ijo. Sebab, dia tak hanya 'memangsa' gadis belia, konon ibu rumah tangga juga tak luput menjadi sasarannya.
"Dari kabar yang saya dengar dulu saat kejadian tahun 2011 lalu, ada seorang ibu rumah tangga di Desa Beberan, Kelurahan Kanigaran, yang diperkosa Kolor Ijo hingga dua kali. Tapi dia tidak cerita sama suaminya. Kabarnya dia masih tetangga salah satu anggota Dewan," kata Wasib, warga Jrebeng Lor, Probolinggo, Kamis (19/7).
Hingga saat ini si Kolor Ijo masih bergentanyangan di luar sana. Warga pun berharap polisi dapat segera menangkapnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya