Beresi masalah asap, Luhut minta menteri tak saling menyalahkan
Merdeka.com - Empat bulan terakhir, kondisi asap di sejumlah daerah makin parah. Meski sudah banyak cara dipadamkan, nyatanya udara bersih di daerah seperti Riau, Jambi, Sumsel, dan Palangkaraya, makin menipis karen pekatnya kabut asap.
Untuk kesekian kalinya pula, pemerintah kembali merapatkan masalah kabut asap akibat kebakaran hutan itu. Kali ini, Menko Polhukam, Luhut Panjaitan mengajak serta Mendikbud Anies Baswedan, Menristek Dikti M Nasir, dan Mensos Khofifah.
Dalam rapat itu, Luhut mengatakan antar kementerian tak boleh saling tumpang tindih. "Ini masalah kita bersama. Kita jangan berdebat dulu siapa salah siapa benar, tapi yang paling penting perintah Presiden minimal soal kemanusiaan dan kita harus atasi segera," katanya usai rapat di Gedung Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (22/10).
Dalam kesempatan yang sama, dia meminta Menteri Anies dan Mensos Khofifah menjalankan tugas mereka masing-masing sesuai yang diinstruksikan Presiden Jokowi.
"Menteri pendidikan telah mendapatkan instruksi, Pak Anis maupun Pak Nasir untuk penanganan masalah pendidikan, langkah-langkah apa yang harus dilakukan sehingga dengan demikian bisa mengatasi masalah ini. Untuk mensos, mungkin sampai pada titik bila diperlukan adanya evakuasi anak-anak atau bayi ke tempat yang kita anggap aman, Kami juga sudah meng-exercise kemungkinan kapal-kapal perang TNI, PELNI untuk tinggal sementara sampai satu bulan atau 5 minggu ke depan ini situasinya mereda," jelasnya.
Tak hanya itu, dia juga berpesan kepada Menlu Retno untuk terus melihat kemungkinan ada negeri lain mau menawarkan bantuan. "Seperti dari Kanada yang punya masalah gambut dengan demikian kita bersama-sama mengerahkan kemampuan yang ada kita untuk mengatasi ini," jelasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya