Beres selesaikan konflik Aceh, bisakah JK damaikan Ahok dan DPRD?
Merdeka.com - Sudah lebih dari sebulan lamanya, perang dingin antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan DPRD bergulir. Dari persoalan antar lembaga, kemudian merembet ke RAPBD 2015 hingga melebar ke masalah personal antara anggota dewan dan Ahok.
Terkait persoalan APBD, dewan rupanya sudah menutup pintu damai dengan Ahok, sapaan Basuki. Ucapan pedas dan nyinyir Ahok pada DPRD terlalu membekas di hati mereka.
Mulanya Ahok masih yakin perlawanan yang dia lakukan pada DPRD akan membuat anggota dewan menyerah, mengaku kalah dan salah soal dana siluman di RAPBD 2015. Ahok berpikir di puncak emosinya pada kelakuan anggota dewan bisa membuahkan jalan tengah untuk pengesahan APBD DKI setelah di mediasi Kemendagri meski berakhir deadlock.
Rupanya harapan itu jauh panggang dari api. Ahok menunjukkan perang, DPRD tak diam. Mereka memilih tak membalas tapi bicara tegas lewat keputusan. Soal RAPBD 2015, DPRD memutuskan memakai pagu anggaran 2014. Jelas ini kekalahan telak buat Ahok karena akan berdampak pada sejumlah anggaran proyek yang dia susun untuk sepanjang tahun ini.
Mendagri Tjahjo Kumolo sudah meminta keduanya untuk menurunkan tensi demi kelancaran pembangunan di Jakarta. Tjahjo jelas kesal, sebab konflik keduanya membuat APBD DKI tak kunjung cair sementara tahun anggaran 2015 sudah berjalan empat bulan. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya