Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beredarnya kunci jawaban palsu untuk mengacaukan UN

Beredarnya kunci jawaban palsu untuk mengacaukan UN UN SMP sederajat. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat menyatakan beredarnya kunci jawaban palsu untuk soal UN SMP/sederajat dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mengacaukan pelaksanaan Ujian Nasional (UN).

"Kunci jawaban UN palsu sengaja dibuat oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, dengan mengambil keuntungan dari menjual kunci jawaban palsu tersebut kepada peserta UN yang bisa mereka bohongi," kata Kepala Diknasbud Kota Pontianak Mulyadi di Pontianak, seperti dikutip dari Antara, Rabu (7/5).

Dia menjelaskan, kasus beredarnya kunci jawaban soal UN baik tingkat SMA dan SMP/sederajat sudah sering terjadi dengan tujuan mengacaukan pelaksanaan UN. "Setelah kami lakukan pengecekan memang benar kunci jawaban soal UN yang beredar tersebut tidak benar. Malah beberapa tahun lalu, ada satu sekolah peserta UN di sekolah itu banyak yang tidak lulus karena mempercayai kunci jawaban palsu tersebut," ungkap dia.

Beruntung, sewaktu itu masih ada istilah UN ulangan bagi yang tidak lulus, kata Mulyadi. "Berdasarkan pengalaman itu, sebetulnya peserta UN baik tingkat SMA dan SMP/sederajat di Kota Pontianak sudah mengerti sehingga tidak mudah terpengaruh kalau menemukan atau ditawarkan kunci jawaban soal UN," katanya, sembari menambahkan hasil penelusuran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak kemarin, rata-rata peserta UN SMP juga tidak mempercayai kunci jawaban yang sempat beredar itu.

Mulyadi mengimbau kepada peserta UN SMP/sederajat dan para orang tua agar tidak mempermasalahkan terkait isu beredarnya kunci jawaban soal UN, karena itu bertujuan untuk menggagalkan pelaksanaan UN.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak menyatakan pihaknya jauh hari sebelum pelaksanaan UN baik tingkat SMA dan SMP/sederajat sudah mengimbau agar peserta UN tidak mudah percaya kalau menemukan atau ditawarin kunci jawaban soal UN.

Sebelumnya, salah seorang peserta UN SMP Kota Pontianak, Selasa (6/5), yang enggan disebutkan namanya menyatakan dirinya ditawarin kunci jawaban soal Matematika seharga Rp 100 ribu oleh orang tidak dikenal. "Ketika saya ditawarin kunci jawaban soal UN Matematika saya tidak mau, karena besar kemungkinan kunci jawaban itu palsu," ujarnya.

Menurut dia, dirinya juga sering mendapat pesan singkat melalui handphone yang isinya menawarkan kunci jawaban soal UN SMP. Dirinya juga tidak mengetahui nama si pengirim tersebut, termasuk dari mana orang tersebut dapat nomor handphonenya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP