Beredar video penganiayaan tahanan di Polres Maluku Tenggara

Reporter : Randy Ferdi Firdaus | Jumat, 15 Februari 2013 17:45

Beredar video penganiayaan tahanan di Polres Maluku Tenggara

Merdeka.com - Video kekerasan diduga terjadi di dalam rumah tahanan (rutan) beredar di kalangan publik. Video itu beredar dalam format 3gp, bahkan ada pula yang mengunggahnya di situs YouTube. Dalam video tersebut tiga orang tahanan tengah disiksa dengan cara dihajar habis-habisan oleh tahanan lain.

Parahnya, 3 orang yang dianiaya tersebut dihajar dalam keadaan tanpa busana. Disebutkan peristiwa di luar peri kemanusiaan itu terjadi di Polres Maluku Tenggara (Kota Tual), 3 bulan lalu.

Tim Advokasi dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Tual sangat menyayangkan isi dalam video tersebut.

"Yang kami sesali itu dalam Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) hanya masalah IT, pornografi kasus penyiksaannya tidak diangkat," ujar Kepala Bidang PTKP (advokasi) HMI Tual Mirsat Tamher kepada wartawan di Gedung DPR, Jumat (15/02).

Menurutnya, tindakan penganiayaan itu bermula saat pertama penahanan korban setelah melakukan penyidikan. Setibanya di ruangan tahanan Polres Malra korban ditelanjangi dan disiksa dengan cara dipukuli.

Dia mengatakan, penganiayaan ini terjadi mulai pukul 15.00 WIT hingga pukul 22.00 WIT tiga bulan lalu. Aksi biadab itu dilakukan dengan bebas tanpa pengawasan dari pihak kepolisian. Atas kejadian itu pihak keluarga sangat marah.

"Mereka tak punya hak mengadili," katanya.

Kejadian itu sudah dilaporkan ke Propam Mabes Polri, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) dan Komisi III DPR.

Pihaknya masih menunggu jadwal diterima oleh Komisi III DPR. Mereka juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Sudah dilaporin ke Komnas HAM, katanya secepatnya diselidiki lebih lanjut ke Polres," tutur dia.

Adapun tiga orang yang dianiaya tersebut, menurut Tamher, terpidana kasus pencabulan. Sementara 6 orang penganiaya itu terlibat kasus judi togel dan narkoba.

Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Maluku Tenggara, AKP Umar Kelean, mengaku belum mengetahui kejadian itu. Dia mengaku baru mendengarnya.

"Nanti dicek, saya belum tahu," katanya kepada merdeka.com.

[dan]

Komentar Anda


Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Penganiayaan# Tahanan

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Politikus PDIP marah Pemerintahan Jokowi diprediksi berumur pendek
  • Damkar terjunkan 20 unit mobil padamkan kebakaran pasar di Cipayung
  • Pasangan kembar ini dijuluki paling mirip sedunia
  • Direksi KAI blusukan pantau arus mudik Lebaran
  • Ini harga dan spesifikasi empat model Zenfone 2
  • Butuh pimpinan kompeten, KPK minta pemerintah segera bentuk pansel
  • Lenovo A6000 Plus dirilis, usung harga Rp 1,5 jutaan
  • [FOTO] Pacar Yuri SNSD langsung jadi buronan no 1 di Korea
  • Usut kasus HAM, pemerintah bentuk tim khusus
  • Siang bolong perampok tembak pengendara di Depok, motor & duit raib
  • SHOW MORE