Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bercadar, bos First Travel nunduk ditanya uang jemaah ratusan miliar

Bercadar, bos First Travel nunduk ditanya uang jemaah ratusan miliar Bos First Travel. ©2017 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Polisi merilis kasus penipuan jemaah oleh agen perjalanan PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel. Tiga tersangka yakni, bos First Travel, Andika Surachman, Anniesa Hasibuan dan adik Anniesa, Siti Nuraidah alias Kiki Hasibuan yang menjabat sebagai direktur keuangan.

Ketiganya dibawa ke ruangan Bareskrim lantai 1 gedung KKP, Gambir. Mereka masuk ke ruangan dengan menggunakan rompi orange. Tangannya diborgol. Baru dipintu masuk mereka sudah dihujani pertanyaan.

Wajah Andika menatap para awak media. Dia tidak tersenyum. Anniesa hanya tertunduk. Kiki terlihat malu ketika sorot kamera terus mengikutinya.

"Pak senyum pak. Gimana pak nasib para jemaah pak?" tanya awak media di Gedung Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

"Mba baju mahalnya mana mba?"

"Gimana itu uang jemaah mba?"

Andika tidak menimpali pertanyaan. Di belakang Andika, Anniesa terlihat berpenampilan berbeda. Dia mengenakan cadar dan baju gamis berwarna biru. Sambil menunduk Anniesa tidak berani melihat awak media. Wajahnya tidak dipoles dengan bedak dan lipstik. Matanya terlihat sembab.

Kiki kali ini memakai kerudung bermotif bunga. Mereka langsung berjejer menghadap belakang. Kemudian, polisi langsung memamerkan wajah ketiga tersangka.

Para awak media pun langsung mengabadikan foto mereka bertiga bersama barang bukti. Wajah Andika, dan Kiki terlihat tenang. Namun Aniesa sempat terlihat mengusap pipinya. Dia memakai cadar. Setelah 'dipajang' ketiganya kembali dimasukan ke dalam sel.

Seperti diketahui, pihak First Travel diketahui mengiming-imingi masyarakat paket umrah dengan biaya miring di bawah standar Kementerian Agama sebesar Rp 14.300.000. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Herry Rudolf Nahak menyatakan berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan pihaknya, jumlah jemaah promo umrah First Travel sejak Desember 2016 hingga Mei 2017 mencapai 72.682 orang.

Seluruh calon jemaah umrah tersebut sudah membayar lunas kepada First Travel. Namun yang diberangkatkan tak mencapai setengahnya.

"Jumlah yang sudah diberangkatkan 14.000 orang jemaah, yang belum berangkat berangkat 58.682 orang," katanya dalam jumpa pers di Bareskrim Gedung KKP, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (22/8).

Kemudian, pelaku pada Mei 2017 menawarkan tambahan biaya Rp 2,5 juta kepada para calon jemaah agar bisa segera diberangkatkan.

"Di saat pemberangkatan yang kacau, pelaku di bulan Mei 2017 kembali menawarkan paket Ramadhan dengan biaya tambahan Rp 3 juta hingga Rp 8 juta perjemaah," katanya.

Herry mengatakan, jumlah uang jemaah belum diberangkatkan yang masuk ke First Travel total mencapai Rp Rp 848.700.100.000. Jumlah itu terdiri dari uang pembayaran umrah 58.682 jemaah yang belum berangkat sejumlah Rp 839.152.600.000, ditambah uang carter pesawat masing-masing jemaah Rp 2.500.000 dengan total Rp 9.547.500.000.

Selain itu, kata Herry, First Travel juga memiliki utang kepada provider tiket sebesar Rp 85 miliar, utang kepada provider visa Rp 9,7 miliar dan utang kepada 3 hotel di Arab Saudi sebesar Rp 24 miliar.

"Parahnya (ada jemaah yang) sudah diarahkan ke bandara tapi tidak diberangkatkan," katanya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP