Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beras plastik beredar, pedagang pasar tradisional ngaku sepi pembeli

Beras plastik beredar, pedagang pasar tradisional ngaku sepi pembeli Ilustrasi beras. ©shutterstock.com/Piotr Malczyk

Merdeka.com - Terkuaknya peredaran beras berbahan plastik rupanya membuat pedagang kecil terpukul. Mereka mulai ditinggal pembeli hingga akhirnya merugi.

"Pedagang kecil jadi korban. Sudah merugi, orang jadi tidak percaya," kata Ketua Penggilingan Padi dan Perdagangan Beras Seluruh Indonesia, Nellys Soekidi, di diskusi bertema Kejahatan Beras Sintesis, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5).

Nellys menduga ada pihak yang ingin mencari untuk terkait pemberitaan beras palsu yang ramai diberitakan sejumlah media. Dikatakannya, pemberitaan itu membuat orang beralih dari pasar tradisional ke pasar modern.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Seluruh Indonesia, Ngadiran, sependapat dengan Nellys. Bagi Ngadiran, berita beras plastik berdampak pada usaha pedagang kecil di pasar tradisional.

"Banyak sidak makanan berformalin dan berbahaya di pasar tradisional tidak pernah di pasar modern. Jangan sampai pasar tradisional yang digambaran buruk dan jorok, jadi kian terasingkan," katanya.

Ngadiran menemukan para konsumen yang biasanya membeli beras dalam jumlah besar di pasar tradisional. Padanya, pedagang ngaku sepi pembeli.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP