Berapa Muslim yang bergabung menjadi tentara AS?
Merdeka.com - Rangkaian aksi teror yang berlangsung pada 11 September bikin sebagian besar warga Amerika Serikat (AS) murka. Kondisi ini diperparah setelah mengetahui pelaku di balik serangan tersebut adalah AlQaedah.
Serangan ini membuat warga Muslim yang bermukim di wilayah AS kena getahnya. Mereka harus merasakan pandangan benci dari orang-orang sekitar, hingga serangan fisik.
Namun hal itu tak menyurutkan sejumlah warga Muslim untuk bergabung menjadi tentara AS. Pada 2008 lalu, umat Muslim yang mengabdikan diri sebagai tentara AS berjumlah 3.409 orang.
Jumlah ini diperkirakan terus meningkat setiap tahunnya. Beberapa di antaranya ikut dalam Operasi Pembebasan Irak yang membuat kekuasaan Saddam Hussein jatuh.
Selama berlangsungnya perang Irak, dua di antaranya diketahui tewas dalam sebuah serangan bom. Mereka adalah Kapten Humayun Saqib Muazzam Khan dan Kapten Ayman Abdelrahman Taha.
Mereka percaya, dengan bergabung bersama US Army dan berjuang bersama warga lainnya akan mengubah pandangan itu. Sayang, serangan bom yang terjadi saat dia bersama pasukannya sedang menginspeksi sebuah bangunan dan mengakhiri hidupnya. Atas kiprahnya dalam perang Irak, keduanya dianugerahi medali Purple Heart.
"Makam Kapten Khan dan Ayman Taha menunjukkan bahwa Muslim Amerika tak hanya prajurit bagi angkatan bersenjata AS, tapi mereka juga membawa kebanggaan bagi AS atas keberaniannya bertempur untuk kebebasan," tulis sosiolog Craig Considine dalam tulisannya yang berjudul 'Menghormati Veteran Muslim Amerika pada Memorial Day'. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya