Berantas narkoba, Budi Waseso pertimbangkan pakai cara Filipina
Merdeka.com - Kepala BNN Budi Waseso mengatakan permasalahan narkoba di Filipina beda dengan di Indoensia. Namun bisa saja BNN menerapkan sanksi kepada bandar narkoba seperti yang dilakukan pemerintah Filipina.
"Saya kira negara itu (Filipina) sudah tahu, tahu situasi dan kondisinya. Itu dilakukan karena negara itu memerlukan tindakan itu. Bukan berarti kita ikut-ikutan negara lain," kata Budi Waseso di Gedung DPR Jakarta, Selasa (6/9).
Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini menegaskan, dalam pemberantasan narkoba harus dipelajari kondisi wilayah tersebut.
"Nah bagaimana kita melihat situasi yang ada di negara kita, apakah kita dalam kondisi darurat seperti itu. Dan apakah harus kita melakukan seperti itu. Tinggal kita bicarakan kepentingan bangsa ini. Kalau kita ingin bangsa ini bersih, aman, ya itu kembali lagi ke kita-kita semua," ungkapnya.
Perihal ketegasan BNN untuk memberantas para mafia narkoba, Budi Waseseo menegaskan hal itu wewenang dirinya sebagai kepala BNN.
"Lah itu tugas saya yang menentukan," katanya singkat.
"Sekarang gini, di seluruh Indonesia ini sudah merata penyalahgunaan narkoba, secara seluruh negara kita sudah terkontaminasi narkoba. Bukan sekadar penyalahgunaan dan peredaran narkoba, tapi akibatnya kan menyangkut keselamatan generasi bangsa ini. Berarti menyangkut negara Indonesia. Begitu lah," sambung Budi Waseso.
Dia menegaskan, BNN bisa saja menerapkan hukuman bagi para pengedar narkoba seperti di Filipina. Namun hal itu harus dipertimbangkan secara matang.
"Ya bisa, tergantung bagaimana kesepakatan negara kita. Ekstrem atau tidaknya tergantung cara kita memandang, cara kita mengambil langkah-langkah. Tidak harus sama seperti Filipina, tapi kita harus melakukan tindakan tegas. Kalau tidak kita akan terus seperti ini," tandasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya