Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berantas narkoba, BNN tambah anjing pelacak dari Belanda dan Jerman

Berantas narkoba, BNN tambah anjing pelacak dari Belanda dan Jerman anjing pelacak. ©REUTERS/Lucas Jackson

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah memerintahkan TNI, Polri, BIN dan Kementerian terkait untuk menyatakan perang terhadap narkoba. Hal tersebut diputuskan setelah Jokowi memimpin rapat terbatas membahas pemberantasan narkoba di Kantor Presiden, siang tadi.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan salah satu upaya dalam pemberantasan narkoba yaitu dengan menambah kekuatan anjing pelacak atau yang biasa disebut K-9.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso menjelaskan pihaknya akan mendatangkan dua ras anjing impor yang berasal dari dua negara untuk direkrut ke dalam pasukan khusus pemberantasan narkoba.

"Dua negara itu satunya dari Belanda dan yang satu lagi Jerman. Jenisnya, German Shepherd dan Teckel," kata Budi Waseso di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (23/2).

Budi Waseso menjelaskan, BNN setidaknya membutuhkan 50 ekor anjing pelacak. Namun, kata dia, untuk perekrutan mengalami kendala besar. Di mana, dari 112 anjing yang ditawarkan, hanya 9 ekor yang telah memenuhi tahap seleksi.

"Dari 112 anjing yang ditawarkan kemarin baru terseleksi 9 ekor yang terlihat bakatnya dan belom dilatih. Harapan kami bisa ada 50 ekor yang satu ekor anjing dipawangi dua orang, ini standar," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menyatakan Polri siap membantu BNN dalam pengadaan anjing pelacak tersebut. Di mana, saat ini, kata dia, Polri telah memiliki 10 anjing pelacak.

"Anjing deteksi narkoba ada di Polri bisa digunakan dan diperkuat BNN ada 50 ekor baru datang 10 ekor, nanti dilatih di Polri dan dilatih oleh pawang yang sama untuk narkotika," ujarnya.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP