Berani Berubah: Srikandi Pemutus Mata Rantai Covid-19
Merdeka.com - Sebelas anggota srikandi menjadi relawan Covid-19 di Padang. Masing-masing anggota memiliki profesi, seperti kader Posyandu, Kader PKK, salah satu anggota RT dan organisasi lingkungan. Mereka bergabung dalam Kelompok Siaga Bencana atau KSB.
Mereka mendapat pelatihan dari BPBD. Kemudian peralatan kebersihan, seperti alat semprot, sarung tangan hingga baju hazmat, juga didapat dari BPBD.
Biasanya penyemprotan disinfektan dilakukan ke rumah-rumah warga, atau mendapat permintaan dari pemerintah untuk menyemprot gedung sekolah, hingga perkantoran.
istimewa
Awal kelompok dibentuk dari inisiatif para ibu. Mereka khawatir dengan kondisi Covid-19 di wilayah tempat tinggal mereka. Alhasil, mereka berunding, mencari tahu dan belajar, sampai dibentuknya Kelompok Siaga Bencana.
Kelompok ini hanya ingin memutus mata rantai Covid-19. "Jadi kami mencetuskan bagaimana caranya kita bersama-sama berusaha untuk memutus mata rantai Covid-19 ini dari situlah kami bergerak bersama-sama," kata Dewi Suryani, Ketua Srikando Covid-19.
istimewa
Selama menjalani aksi kemanusiaan, Kelompok Siaga Bencana tidak pernah meminta bayaran. Mereka meyakini, jika ikhlas melakukan sesuatu, akan digantikan rezeki yang lebih.
"Jadi memang semata-mata ihklas karena nanti ujung-ujungnya juga rezeki itu pasti ada gitu aja. Karena memang gak ada gitu. Kadang rezeki itu datangnya dari sini gak ketahuan gitu," kata Vony Agnes Teresia, Anggota Srikandi Covid-19.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya