Berani Berubah: Jalan Hidup Seniman Menuju Angkringan
Merdeka.com - Berawal dari keluh kesah sesama seniman, Supriyadi atau biasa dikenal Pak Jimbling akhirnya membuka usaha angkringan. Pak Jimbling menyadari sulitnya kondisi ekonomi para seniman di masa pandemi Covid-19. Karena di masa pandemi, pemerintah melarang sementara pergelaran seni dan kegiatan serupa lainnya.
Untuk mengurangi rasa putus asa, pak Jimbling berinisiatif membuka angkringan. Masing-masing seniman bisa menyumbangkan makanan buatan mereka, kemudian dijual di warung angkringan tersebut.
"Kebijakan pemerintah yang saat terjadinya Covid tidak diperkenankan untuk berkerumun, hajatan, dan lain sebagainya, untuk itu seniman mati," kata pak Jimbling.
Tak hanya menjual makanan, angkringan bisa menjadi tempat berkeluh kesah para seniman. Mereka bisa bertukar pikiran dan mencari solusi dari tiap-tiap masalah yang mereka hadapi. Dari perkumpulan para seniman ini, akhirnya tercetus sebuah kelompok bernama Gentayangan Budaya.
istimewajak
Dua rekan pak Jimbling ikut membantu usaha angkringan. Keduanya yakni pak Suyoto dan pak Margono. Keduanya sesama seniman di Klaten, Jawa Tengah. Mereka bersyukur dengan adanya usaha angkringan ini, karena mereka bisa bertemu teman sesama seniman, sekaligus bisa membantu perekonomian keluarga mereka.
istimewa
"Karena sewaktu ada angkringan, ekonomi saya ya sedikit, walapun, bisa terangkat, bisa buat ini itu dan lainnya," kata Suyoto.
Pak Jimbling ingin mengembangkan usaha angkringan milik seniman ini. Kedepannya, dia ingin menyelipkan musik-musik dan kebudayaan tradisi di lokasi angkringan.
"Dengan berdirinya angkringan ini, kami berharap semoga manfaat untuk teman-teman seniman khususnya, dan masyarakat pada umumnya," kata pak Jimbling.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya