Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Berani Berubah: Berkreasi Agar Keluar dari Himpitan Ekonomi

Berani Berubah: Berkreasi Agar Keluar dari Himpitan Ekonomi Pengrajin Gelas Bambu. istimewa

Merdeka.com - Samsul Rizal terus berkreasi meski dalam himpitan ekonomi. Dari tangannya, Samsul berhasil menyulap bambu-bambu bekas menjadi kerajinan tangan yang unik. Usahanya ini mulai dilakukan semenjak tempatnya bekerja memberhentikan sejumlah karyawan, termasuk dirinya. Pada Maret 2020, Samsul diberhentikan.

Selama lima bulan Samsul menganggur. Untuk kehidupannya, Samsul sempat dibantu oleh teman-teman dekatnya. Namun Samsul tak ingin terus menyusahkan. Samsul sadar bahwa tangannya mampu menghasilkan kerajinan yang amat unik.

Usaha Samsul tidak langsung berjalan mulus. Awal usahanya, Samsul harus memungut bambu bekas di hutan. Perjalanan yang ia tempuh juga cukup jauh, di kaki Gunung Salak. Di sana, Samsul dengan jeli melihat dan memilah bambu. Kemudian, ia potong-potong bambu tersebut dan dibawa pulang.

pengrajin gelas bambuistimewa

"Awalnya ya itu mungut-mungutin di kebun-kebun bambu. Di hutan-hutan bambu, mungutin, satu-satu. Dipilih-pilih mana yang bisa diproduksi, mana yang enggak," kata Samsul.

Di rumah, Samsul mulai menjemur bambu-bambu itu selama satu pekan. Tujuannya, agar bambu menjadi kering dan mudah diukir. Setelah itu, bambu-bambu bekas tersebut disulap menjadi gelas-gelas cantik.

Dengan bermodalkan mesin dan alat ukir, Samsul dengan cekatan memotong, mengukir dan mengecat gelas bambu agar lebih menarik. Samsul mengaku hanya mampu membuat 10 sampai 12 gelas bambu dengan tangannya sendiri, dan dengan alat seadanya.

pengrajin gelas bambuistimewa

Gelas bambu buatan Samsul selesai diproduksi. Kini Samsul harus memasarkan gelas-gelas bambu tersebut. Awalnya, Samsul merasa kesulitan menjual gelas bambu buatannya. Bahkan tidak ada yang merespon. Namun, Samsul terus berusaha. Dan hingga kini, gelas bambu itu memiliki banyak peminat.

"Waktu awalnya dijual juga enggak ada yang merespon. Di situlah dukanya. Karena kita membuat, belum ada yang suka. Nah terus, terus, yang penting terus berusaha. Terus berkreasi gitu. Berkarya. Alhamdulillah akhirnya dapat rezeki," kata Samsul.

Keluarga sangat mendukung usaha kerajinan bambu yang dijalani Samsul. Semua hambatan berhasil Samsul lalui dengan terus berusaha.

"Ya pendapatnya awalnya sih, gimana ya, kurang, kurang lah. Karena memang dari kerajinan itu tidak mencukupi untuk sehari-hari. Tapi alhamdulillah, dengan kita terus berusaha dan berusaha, alhamdulillah dari istri juga mengikuti," kata Samsul.

pengrajin gelas bambuistimewa

Samsul menjual beraneka motif gelas bambu dengan berbagai ukuran. Untuk ukuran cangkir, Samsul menjual dengan harga Rp25.000 dan ukuran mug seharga Rp30.000.

Samsul yakin, meski dalam kondisi tersulit apapun, jika terus berusaha dan berkreasi, maka kondisi tersulit bisa dilalui.

"Yang penting terus berkarya aja. Berkarya, berkreasi dengan karya yang nyata. Karena ketika kita berusaha, pasti selalu ada jalannya," tutup Samsul.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP