Bentrok ormas di Pasar Tanah Tinggi, 1 wartawan Tangerang dianiaya
Merdeka.com - Diduga dipicu kesalahpahaman, dua ormas di Kota Tangerang, terlibat bentrok di Jalan Sudirman, Kelurahan Tanah Tinggi, Kota Tangerang, Sabtu (30/12) malam. Akibat insiden itu, empat orang dikabarkan mengalami luka ringan akibat bentrokan fisik itu, dan seorang kontributor TV One ikut dianiaya.
Wartawan stasiun televisi TVOne, Kusnadi, menjadi korban penganiayaan oknum ormas yang menolak disorot kamera ponsel miliknya, pasca terjadi aksi bentrok di Pasar Tanah Tinggi.
Diterangkan Kusnadi, dirinya ketika berada di lokasi dan merekam kejadian tersebut dengan ponselnya. Tiba-tiba ada sekelompok massa menghampiri dan melarang merekam atau melakukan peliputan.
"Iya dilarang. Hanya jaket saja yang sobek akibat kejadian tersebut," kata Kusnadi.
Kapolsek Tangerang, Kompol Ewo Samono, menerangkan berdasarkan keterangan para saksi, bentrokan itu terjadi karena kesalahpahaman dua kelompok ormas dengan pedagang pasar Tanah Tinggi.
Diungkapkan dia, dua ormas itu tak pernah terlibat bentrok sebelumnya.
"Karena salah paham di lapangan. Karena kedua pihak sebelumnya tidak ada permasalahan," kata Ewo saat dikonfirmasi, Minggu (31/12).
Sampai saat ini polisi masih menyelidiki bentrokan yang menimbulkan korban luka ringan tersebut. Pihaknya juga sudah memintakan keterangan dari lima saksi di lokasi kejadian.
Dijelaskan Ewo, bentrokan diawali saat manajemen Pasar Induk Tanah Tinggi yang berada di Jalan Sudirman, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, berkeliling ke seluruh pedagang memberikan surat sosialisasi, berupa undangan pertemuan dengan manajemen pada Kamis mendatang.
Saat berkeliling dilakukan sekitar pukul 18.00 WIB itu, pihak manajemen didampingi sekitar sepuluh anggota ormas. Namun, pada saat sampai di salah satu lapak milik seorang pedagang, manajemen pasar diteriaki pedagang yang disebut-sebut sebagai pemicu kericuhan tadi malam.
"Menurut keterangan saksi, pedagang ini dipukul dan diamankan ke kantor manajemen pasar induk, karena berteriak-teriak saat diberikan surat undangan," katanya.
Atas insiden pemukulan kepada pedagang itu, kemudian pedagang Pasar Tanah Tinggi lainnya marah, dan mencari kelompok ormas yang memukuli rekannya itu.
Dari peristiwa itu, beredar isu kelompok tersebut akan menyerang kelompok lain yang terbiasa berjaga di pasar Tanah Tinggi.
Sampai terjadi aksi sweeping oleh kelompok ormas yang sudah berada di pasar, untuk mencari ormas yang lebih dulu bentrok dengan para pedagang pasar.
Polisi memastikan, saat ini kondisi pasar sudah tenang. Dipastikan aktivitas perniagaan di pasar normal.
"Petugas kami hingga kini masih berjaga-jaga di lokasi, tidak ada bentrok semua aman terkendali," kata dia.
Sementara untuk wartawan tvone yang mengalami penganiayaan atas insiden itu, polisi mengaku belum menerima adanya laporan atas insiden tersebut.
"Belum ada laporan di Polsek, nanti saya cek dulu," bilang Ewo.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya