Bentrok ormas di Bekasi diduga dipicu pengelolaan lahan parkir
Merdeka.com - Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota mengidentifikasi pemicu keributan antar organisasi masyarakat di depan Plasa Pemerintah Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kamis (25/1) sekitar pukul 10.30 WIB.
"Pemicunya satu kelompok yang unjuk rasa punya isu ada penyimpangan di Bapenda (badan pendapatan daerah), sedangkan kelompok lain merasa tidak ada," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Indarto, Kamis (25/1).
Informasi yang dirangkum merdeka.com, penyimpangan yang dituduhkan oleh massa dari GMBI adalah pengelolaan parkir di Kota Bekasi. Jauh sebelum dikelola oleh swasta dengan teknologi, ormas tersebut 'memegang' beberapa lahan parkir.
Tapi sejak awal Januari lalu, pihak swasta yang mengelola parkir meter diputus kontraknya oleh pemerintah. Sebab, selama uji coba dianggap tidak memenuhi target pendapatan. Padahal, potensinya cukup besar, diperkirakan bisa mencapai Rp 30 miliar. Kini pengelolaan dilakukan oleh pemerintah.
Indarto mengatakan, ketika demonstran dari GMBI orasi, ada kelompok massa lain dari gabungan organisasi masyarakat seperti PP, FBR, Gibas dan lainnya tiba di Plasa Pemerintah Kota Bekasi. Alhasil, terjadi provokasi berujung pada bentrokan.
"Kami sedang memeriksa lima orang saksi, keterangan mereka akan dikembangkan, sehingga akan lebih banyak lagi saksi diperiksa," kata Indarto.
Indarto menyebut, akibat keributan massa tersebut sedikitnya tiga mobil milik anggota ormas Gibas rusak. Lima orang dilaporkan mengalami luka pada kepala akibat lemparan batu, dua dari anggota Satpol PP yang berjaga, dan sisanya dari anggota ormas.
"Luka karena lemparan batu, tiga mobil yang rusak disita sebagai barang bukti," ujarnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya