Bentrok Lapas Bengkulu, Menkum HAM akui anak buahnya ikut bermain
Merdeka.com - Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Bentiring Kelas II Kota Bengkulu berinisial HT terancam dipecat. HT sebagai tersangka diduga terlibat kerusuhan Lapas Bengkulu pada Kamis (21/7) kemarin.
"Memang Polri sedang mau menyelidiki di sana kaitan narkoba jadi bagus tak ada senjata. Tapi ada orang kita KPLP bermain-main, jadi akan ada sanksi keras," kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly usai Harlah PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (23/7).
Kendati begitu, kata dia, saat ini kondisi Lapas Bengkulu sudah kondusif. Apalagi, Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Bentiring Kelas II Kota Bengkulu berinisial HT sedang diproses polisi.
"Iya sudah aman, ada sih orang kita yang salah protap kepala pengamanan lapas (KPLP) sedang diproses diperiksa polisi keterlibatan di sana," kata dia.
Diketahui, Polisi menjaga ketat Lembaga Permasyarakatan Klas IIA Bentiring Kota Bengkulu pascakerusuhan akibat razia narkoba Kamis sore (21/7). Kepala Kepolisian Resor Kota Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta mengatakan, dia bersama personel bersiaga di Lapas Bengkulu sejak razia Kamis sore.
Dia menjelaskan, situasi pascabentrok narapidana dengan aparat kepolisian, kondisi lapas sudah kondusif, namun penjagaan tetap diperlukan untuk tindak lanjut pascapenggeledahan narkoba tersebut.
"Negara tidak boleh kalah dari urusan narkoba, semua akan kita lakukan penyidikan dan penyelidikan," kata dia seperti dikutip dari Antara, Jumat (22/7).
Kepolisian semula tidak akan merazia kamar-kamar yang berada dalam blok narkoba, sampai terjadi perlawanan saat kepolisian akan menggeledah tower air. Akibat kerusuhan tersebut, kepolisian membawa delapan orang narapidana dan tiga orang sipir lapas untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Saat penggeledahan kami menemukan satu paket besar sabu, belum kita timbang, 140 telepon genggam di atas tower, ada 12 alat isap, serta kasur di tower," ujarnya.
Selain itu kepolisian juga menemukan 20 kaca pirex, 31 buku catatan narkoba, enam timbangan digital, 12 plastik klip, tiga plastik sisa sabu, tiga buku tabungan berbagai bank, lima kartu anjungan tunai mandiri, 25 butir yang diduga narkoba, serta uang senilai 1,46 juta yang diduga hasil dari penjualan narkoba.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya