Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bentrok Kostrad & Brimob jangan dibesar-besarkan

Bentrok Kostrad & Brimob jangan dibesar-besarkan Amir Syamsuddin. Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin meminta bentrok antar Kostrad dan Brimob di Gorontalo tidak dibesar-besarkan. Akibat bentrokan tersebut delapan orang terluka, enam anggota Kostrad dan dua anggota Brimob.   

"Jangan terlalu dibesar-besarkan," ujar Amir Syamsudin saat dihubungi merdeka.com, Senin (23/4).

Amir menilai, bentrokan yang terjadi dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, bukan antar lembaga. "Bentrok antar oknum bukan antar lembaga seperti ini jangan dipublikasikan berlebihan," saran Amir.

Aksi saling tembak antara Kostrad dan Brimob terjadi di depan kantor PU, Kabupaten Gorontalo. Akibat bentrokan tersebut delapan orang terluka.

Peristiwa ini berawal ketika satu regu Brimob melakukan patroli pada Sabtu (21/4) dengan menggunakan mobil truk dan melintas di depan Kantor PU Limboto. Tiba-tiba mobil itu dilempari batu dan botol oleh sekelompok orang tak dikenal.

Kemudian, sejumlah anggota Brimob melakukan penyisiran lalu terdengar letusan senjata api beberapa kali hingga menyebabkan enam anggota Kostrad luka. Empat terkena peluru karet dan dua orang terluka terkena senjata tajam. Sedangkan dari Brimob dua orang luka bocor terkena lemparan botol. (mdk/did)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP