Bentrok di UMSU terjadi karena mahasiswa ingin hakimi pembunuh dosen
Merdeka.com - Polisi menuding mahasiswa memicu bentrok di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), saat proses penangkapan RS (21), pelaku pembunuhan dosen, Hj Nur'ain Lubis (63). Mahasiswa disebut menghalangi polisi dan ingin menghakimi pelaku.
Kapolresta Medan, Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, membeberkan rangkaian peristiwa itu.
"Sore sekitar pukul 16.30 WIB, kita mendapat informasi telah terjadi tindak penganiayaan terhadap dosen UMSU yang dilakukan mahasiswa," kata Mardiaz.
Polisi, kata dia, datang ke lokasi. Mereka berhasil mengamankan pelaku dari kamar mandi Fakultas Ekonomi.
"Tapi ada beberapa mahasiswa yang ingin menghakimi sendiri, sehingga pelaku kami amankan di pojok (kamar mandi)," ucap Mardiaz.
Saat petugas mencoba mengeluarkan RS dan membawanya pergi, sejumlah mahasiswa protes. Mereka menilai polisi tidak berhak di kampus.
"Kami harus masuk karena ini kan pidana murni," ujar Mardiaz.
Menurut Mardiaz, kondisi semakin tidak kondusif karena mahasiswa sudah memadati halaman di sekitar Fakultas Ekonomi UMSU. Polisi pun tidak bisa bergerak.
Sempat terjadi bentrok antara petugas dan sejumlah mahasiswa di dalam kampus Fakultas Ekonomi. Petugas kepolisian, termasuk Mardiaz, sempat mengangkat senjata.
Setelah negosiasi, petugas akhirnya dapat membawa RS keluar Fakultas Ekonomi. Namun, massa di luar sangat padat sehingga terjadi aksi saling dorong.
Dengan susah payah, petugas membawa dan menaikkan RS ke mobil polisi. Saat digiring, RS sempat dihujani pukulan. Petugas pun terkena pukulan dan membalasnya.
Bentrok tetap terjadi meski RS sudah dibawa ke Mapolresta Medan. Saling lempar terjadi di depan perguruan tinggi itu, di Jalan Mukhtar Basri. Gas air mata pun sempat ditembakkan.
Petugas Polresta Medan didukung Brimob Polda Sumut lantas memasang barikade di Jalan Mukhtar Basri. Suasana sempat mencekam.
Sekitar empat mahasiswa diamankan dalam bentrokan ini. Mereka diduga sebagai provokator serta menghalangi petugas dan merusak mobil polisi.
Sempat tersiar kabar ada petugas kepolisian disandera di dalam kampus. Namun, informasi tidak terbukti.
Suasana akhirnya terkendali setelah pihak rektorat turun tangan. Mahasiswa tenang, barikade pun dibuka. Warga kemudian dibolehkan melintas.
RS menikam dosennya, Hj Nur'ain Lubis, di toilet FKIP UMSU. Perempuan itu sempat dilarikan ke RS Imelda Pekerja Merdeka, tetapi meninggal.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya