Bentrok di Sampang, pemerintah gagal lindungi warganya
Merdeka.com - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) MPR, Lukman Edy menyayangkan terjadi bentrokan massa di Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, dan Desa Bluran, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura. Bentrokan di daerah itu mengakibatkan dua orang tewas dan lima orang luka-luka.
"Jika pemerintah tidak melakukan apa-apa terhadap tindakan pemaksaan atas keyakinan, maka pemerintah mengabaikan konstitusi karena konstitusi mengamanatkan agar pemerintah memberikan perlindungan kepada seluruh rakyat dalam menjalankan dan mempertahankan keyakinan," kata Lukman Edy di Jakarta, Senin (27/8).
Menurut dia, penyerangan terhadap kelompok Syiah tersebut merupakan pemaksaan kehendak dari kelompok tertentu. "Tidak boleh ada pemaksaan kehendak terhadap perbedaan keyakinan. Mempertahankan keyakinan adalah hak asasi manusia (HAM) yang paling mendasar dilindungi oleh konstitusi," ujar Lukman.
Peristiwa ini bermula saat keluarga pimpinan Islam Syiah, Ustaz Tajul Muluk hendak mengunjungi keluarganya di penjara dengan mengendarai mobil. Saat dalam perjalanan, mobil yang dikendarai keluarga Ustadz Tajul Muluk ini dicegat sekelompok warga yang mengemudikan sepeda motor. Mereka mengolok-olok keluarga Ustaz Tajul, karena dianggap menganut ajaran sesat.
Ustaz Tajul merupakan terpidana kasus dugaan penistaan agama yang kini tengah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Sampang. Akibat diganggu kelompok massa bersepeda motor ini, keluarga Tajul mengurungkan diri berkunjung ke Lapas Sampang. Akan tetapi aksi sekelompok massa bersepeda motor tersebut tidak sampai di situ saja.
Para pengendara motor ini terus membuntuti keluarga Ustaz Tajul hingga ke rumahnya di Dusun Nanggernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, Sampang dan akhirnya terjadi bentrok antara kedua belah pihak. (mdk/has)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya