Bentengi Anak dari Pengaruh Radikalisme di Media Sosial
Merdeka.com - Hari Anak Nasional hendaknya menjadi momentum untuk membentengi anak dari radikalisme, narkoba, dan pornografi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus mendapat prioritas dari pemerintah maupun masyarakat.
"Intinya perlindungan anak sebetulnya sudah menjadi agenda dan prioritas pembangunan nasional sehingga idealnya anak terlindungi dari radikalisme, perlakuan negatif, juga bahaya narkoba," ujar mantan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Maria Advianti dalam keterangannya, Rabu (24/7).
Dia menjelaskan, anak menjadi obyek yang sangat mudah terpapar radikalisme karena sangat mudah menyerap doktrin. Selain itu, anak cenderung lebih loyal dari orang dewasa sehingga mudah menjadi radikal.
"Inilah yang membuat anak mudah didoktrin atau termakan propaganda radikalisme, tanpa mereka menyadari," ungkap Maria.
Menurut Maria, banyak faktor yang membuat anak rentan terjangkit radikalisme. Namun yang utama adalah faktor keluarga dan institusi pendidikan. Dia mendorong ada sistem untuk memverifikasi guru karena penyebaran radikalisme sudah sangat masif.
"Dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) harus berkolaborasi membuat formula untuk menangkal radikalisme dari sekolah," tutur Maria.
Selain itu, lanjutnya, keluarga khususnya orangtua, jangan cuek dengan aktivitas anak. Artinya, orangtua harus selalu cek pelajaran yang didapat anaknya. Tidak ketinggalan, Maria juga mengajak semua pihak mewaspadai medsos. Menurutnya, medsos jadi salah satu alat penyebaran paham radikal yang sangat luar biasa.
"Anak-anak ketika mendapat informasi radikalisme, biasanya pertama penasaran, bukan takut. Justru para teroris ini memanfaatkan rasa penasaran anak-anak sehingga menggiring mereka untuk mengakses informasi yang sudah dirancang melalui medsos," jelas Maria.
Karena itu, orangtua diminta jangan gaptek terhadap medsos tetapi harus ikut aktif. Meski tidak secanggih sang anak, minimal dengan aktif bermedsos, komunikasi dan pengawasan orangtua terhadap anak bisa lebih baik.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya