Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Bencana Asap, Mendikbud Persilakan Sekolah Libur Tapi Guru Tetap Pantau Murid

Bencana Asap, Mendikbud Persilakan Sekolah Libur Tapi Guru Tetap Pantau Murid Mendikbud Muhadjir Effendy. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendi mempersilakan sekolah meliburkan siswanya guna menghindari dampak buruk asap dari kebakaran hutan. Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) baik Propinsi maupun Kabupaten/Kota masing-masing.

"Kebijakannya kita serahkan kepada masing-masing daerah. Kalau itu SMA/SMK ya kebijakan di tingkat Gubernur, kalau itu di bawah Kabupaten/Kota silakan diambil walikota atau Bupati," tegas Muhadjir Effendy di Simposium Nasional Penanaman Nilai Pancasila Sebagai Wahana Pembangunan Watak Bangsa di Malang, Sabtu (14/9).

Menteri Muhadjir menegaskan, kalau memang sekolah diliburkan bukan berarti anak-anak tidak belajar. Tetapi kegiatan belajar tetap berjalan dengan proses dari rumah dengan dipantau oleh guru dan orang tua.

"Kalau libur artinya tidak masuk sekolah, silakan. Solusi terbaik untuk menghindari dampak negatif dari kabut asap, tetapi bukan berarti belajarnya berhenti. Mereka harus tetap belajar walaupun di ruma, guru harus betul-betul perhatian dari mulai pemberian tugas anak itu ketika berada di rumah, bahkan sampai evaluasinya," jelasnya.

Guru mendapat tugas dengan cara assisment lewat tugas dan kemudian memberi penilaian. Seandainya harus datang ke sekolah juga tidak perlu lama-lama, tetapi secukupnya saja. Guru memantau tugas-tugas siswanya.

"Intinya, pesan saya, jangan sampai kabut asap ini disikapi secara negatif. Anggap ini cobaan dan ujian, supaya bagaimana guru dan sekolah kreatif untuk menangani atau mengatasi masalah yang dihadapi itu," terangnya.

Menteri Muhadjir juga meminta diambil sebuah keputusan dengan cara kreatif, tanpa mengorbankan anak-anak. Sehingga proses belajar tetap berjalan, termasuk jika memang harus belajar di rumah masing-masing.

"Selesaikan masalah itu dengan cara yang kreatif, dengan berpikir positif dan jangan mengorbankan siswa. Karena itu kalau dia tidak berada di sekolah saya minta semua sekolah memberikan tugas-tugas kepada siswa agar tetap belajar di rumah masing-masing," ungkapnya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP