Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Benang kusut kasus Pelindo, bikin DPR ikut mengusut

Benang kusut kasus Pelindo, bikin DPR ikut mengusut Antrean truk kontainer di JICT. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Langkah Bareskrim Polri menggeledah PT Pelindo terkait dugaan korupsi di perusahaan tersebut menuai apresiasi berbagai pihak. Saat itu, di bawah pimpinan Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Bareskrim dikenal garang mengusut dugaan korupsi di sejumlah instansi pemerintah.

Sebut saja dugaan korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di SKK Migas dan dugaan korupsi di Pertamina Foundation. Kasus korupsi yang tengah getol diselidiki Bareskrim itu disebut-sebut merugikan uang negara hingga triliunan rupiah.

Namun alih-alih membabat habis korupsi di instansi pemerintah tersebut, geliat Bareskrim membongkar sejumlah kasus kian meredup. Menyusutnya kepercayaan publik menyusul kusutnya pengusutan dugaan korupsi di PT Pelindo II.

Dugaan keterlibatan pejabat negara di kasus tersebut bikin posisi Bareskrim kian sengsara. Dugaan tekanan dari pejabat tersebut agar Bareskrim menghentikan pengusutan dugaan korupsi di Pelindo II kental kentara.

Hal itu diperkuat dengan digesernya posisi Kabareskrim Komjen Budi Waseso digantikan Kepala BNN Komjen Anang Iskandar. Budi Waseso yang selama ini dikenal getol mengusut sejumlah kasus korupsi dirotasi menjadi Kepala BNN.

Beredar kabar dimutasinya Budi Waseso lantaran pejabat di lingkungan Istana ada yang terusik dengan tingkahnya yang mengusut dugaan korupsi di Pelindo II. Penggeledahan perusahaan di bawah Kementerian BUMN itu bikin Dirut PT Pelindo RJ Lino gusar. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP