Belum Sempat Dilakukan Tes Swab, Seorang PDP Covid-19 di Ogan Ilir Meninggal
Merdeka.com - Seorang laki-laki berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, meninggal sebelum dilakukan pemeriksaan uji swab. Hal itu membuat warga setempat khawatir karena baru mengetahui statusnya setelah dilakukan rapid test.
Pasien mengeluhkan batuk dan sesak napas sehari setelah anaknya baru pulang dari Jambi. Oleh bidan desa, pasien dirawat namun tidak menggunakan alat pelindung lengkap, hanya mengenakan masker.
Lantaran kondisinya memburuk, pasien dirujuk ke rumah sakit di Indralaya dan kemudian ke Palembang. Dari hasil rapid test, pasien dinyatakan positif Covid-19. Namun sebelum dilakukan uji swab, pasien meninggal dunia, Selasa (28/4) sore.
Kabar itu membuat keluarga, tetangga, bidan desa dan sopir ambulans khawatir tertular jika yang bersangkutan benar-benar positif corona. Mereka pun meminta segera diperiksa dan dirawat sesuai prosedur.
Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumsel Yusri membenarkan kabar itu. Informasi yang diterimanya dari petugas Dinas Kesehatan Ogan Ilir, pasien meninggal di RS Baru Palembang dengan hasil rapid test positif namun belum sempat dilakukan uji swab.
"Belum sempat ambil swab pasien sudah meninggal. Status pasien PDP, penanganan jenazah diberlakukan standar Covid-19," ungkap Yusri, Rabu (29/4).
Untuk tindaklanjut kasus ini, pihaknya telah menginstruksikan petugas setempat melakukan isolasi mandiri terhadap tenaga medis dan warga, terutama keluarga yang kontak dengan pasien. Mereka dilarang melakukan aktivitas seperti biasa sebelum dilantik pemeriksaan PCR dan hasilnya keluar.
"Jangan panik, untuk hasil rapid positif bukan berarti positif Covid-19, standar untuk positif Covid-19 hanya pemeriksaan PCR. Paling nanti dikonfirmasi dengan pemeriksaan PCR keluarganya," tegasnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya