Belum pernah mendaki, difabel ini ingin ajak istri naik gunung
Merdeka.com - Wisata menikmati keindahan alam pegunungan mungkin sesuatu yang sederhana bagi sebagian orang. Namun tidak demikian dengan Kurniawan Sanjaya (36), penyandang difable yang selama hidupnya belum pernah mendaki gunung.
Iwan yang sejak lahir mengalami kecacatan di bagian kaki, berharap suatu saat dapat berwisata ke pegunungan. Cita-cita itu hingga kini masih belum terwujud.
"Ingin naik gunung. Suatu saat bersama istri," kata Iwan di tempatnya berjualan di pertigaan Jalan Cipto dan Jalan Panglima Sudirman, Selasa (22/12).
Iwan sehari-hari berjualan koran. Dia setiap harus mengenakan kruk atau penyangga kaki dan sepeda motor roda tiga. Dia mengaku pernah mencoba bersama istrinya, namun hanya sampai di Kota Batu.

"Sepedanya yang tidak kuat. Dulu kita coba, pokoknya jalan saja sama istri. Nanti kalau sepedanya tidak kuat ya sudah balik saja," katanya.
Iwan sejak usia 5 tahun tinggal di Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) Kota Malang dan keluar usia 16 Tahun, saat lulus SMP. Beberapa tahun kemudian tinggal di Surabaya, menjadi pengamen dan mengelola sebuah rumah singgah.
Saat itu, dirinya berkenalan dengan seorang mahasiswi di pangkalan tempat pemberhentian bus. Perempuan itu yang kemudian menjadi pendamping dalam hidupnya.
"Dia perempuan sempurna bagi saya, dan memang secara fisik juga sempurna," katanya.
Sosok Iwan sebagai pribadi yang bertanggung jawab menghidupi istri yang dinikahinya Desember 2014. Dia bekerja keras sebagai penjual koran, sementara sang istri bekerja di sebuah apotek. Sehari Iwan mengaku berhasil menjual sekitar 70 eksemplar. Sebelumnya, dia juga pernah menjual pulsa dan toko pracangan.
"Tidak tahu mas, namanya jodoh, yang penting sekarang hidup bersama," katanya.
Iwan yang pernah mengikuti Jambore Difable Nasional Tahun 1991 mengaku, pernah berjabatan tangan dengan almarhum Presiden Soeharto. Saat itu, dirinya mendapat bantuan kaki palsu.
"Tapi kakinya tidak terpakai, malah susah. Karena kaki saya sampai pangkal sehingga agak sulit terpasang," kata Iwan yang sehari-hari selalu membaca koran itu.
Iwan berkeinginan mewujudkan keinginan bisa berwisata bersama sang istri ke gunung. Namun tidak tahu kapan. "Asyik kalau bisa sama istri," katanya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya