Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belum Ada Laporan, Polri Dalami Dugaan Intimidasi Napoleon Terhadap Tommy Sumardi

Belum Ada Laporan, Polri Dalami Dugaan Intimidasi Napoleon Terhadap Tommy Sumardi Irjen Napoleon Bonaparte Divonis Empat Tahun Penjara. ©2021 Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Bareskrim Polri akan mendalami terkait adanya dugaan intimidasi yang dilakukan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Tommy Sumardi. Intimidasi itu menyusul beredarnya surat terbuka dengan lampiran rekaman audio percakapan antara Tomny dengan Napoleon.

"Akan didalami (pengakuan Tommy)," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dihubungi, Jumat (8/10).

Kendati demikian, ia menyebut, belum adanya laporan secara resmi terkait adanya dugaan intimidasi tersebut.

"Tapi belum ada LP-nya," sebutnya.

Sementara itu, Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono menambahkan, apabila Tommy merasa jadi korban intimidasi. Bisa langsung laporkan kejadian itu ke aparat penegak hukum.

"Sekarang gini, kepada siapapun yang merasa hak-hak nya dilanggar, laporkan saja kepada kepolisian, aparat penegak hukum . Agar nanti aparat hukum yang akan menyelesaikan masalah itu," tegasnya.

"Merasa diintimidasi dan sebagainya laporkan saja. Pasti dari kepolisian akan menindaklanjuti itu semua," sambungnya.

Rusdi menjelaskan, antara sel atau ruang tahanan Napoleon dan Tommy Sumardi masih berada dalam satu blok.

"(Sel Napoleon dengan Tommy) ya masih dalam satu blok," tutupnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum Tommy Sumardi, Dion Pongkor mengungkap, klien mendapatkan intimidasi dari Irjen Napoleon Bonaparte menyusul beredarnya surat terbuka dengan lampiran rekaman audio percakapan antara Tomny dengan Napoleon.

Namun soal rekaman itu, Dion mengklaim saat kliennya mengucapkan tengah mengalami intimidasi. Mengingat kejadian yang dialami Muhamad Kece ketika dianiaya Irjen Napoleon di dalam rutan Bareskrim Polri.

"Pak Napoleon itu, kalau rekaman aku dapat penjelasan dari Pak Tommy. Kalian lihatkan bagaimana Muhammad Kece digebukin di dalam penjara. Dia punya bintang dua, seragam bintang dua," kata Dion saat dihubungi, Jumat (8/10).

"Dia berkuasa dalam penjara, polisi-polisi semua enggak ada yang berani sama dia. Waktu itu dibawa ke bawah situ dia didikte, disuruh, kamu ngomong begini ya. Gitu lah," lanjutnya.

Alhasil, Dion mengatakan, apa yang diucapkan Tommy dalan rekaman tersebut direkam ketika kliennya berada di bawah tekanan Napoloen. Namun apa yang disampaikan itu tidaklah mengubah keterangan yang ada di persidangan.

"Tapikan omongan yang beredar itu tak pernah dicabut keterangannya sebenarnya oleh Tommy di sidang. Bahwa di rekaman itu benar, ya ini. Gak pernah dicabut, karena dalam keadaan ketakutan waktu itu," ujarnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP