Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Beli lukisan Rp 700 ribu, Rasiyo sesumbar peduli nasib seniman

Beli lukisan Rp 700 ribu, Rasiyo sesumbar peduli nasib seniman Rasiyo beli lukisan. ©2015 Merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Calon wali kota Surabaya urut satu Rasiyo tiba-tiba mendatangi lapak lukisan di sebelah Gedung DPRD Surabaya, Jawa Timur, Rabu (11/11). Calon yang diusung Partai Demokrat dan Partai Amanah Nasional (PAN) ini membeli satu lukisan milik seniman asal Surabaya, M Anis.

Mantan Sekdaprov Jawa Timur ini mengaku, kedatangannya di lapak lukisan milik Anis merupakan bentuk perhatiannya terhadap seni dan budaya di Kota Pahlawan. Bahkan dia menjanjikan, jika kelak terpilih sebagai Wali Kota Surabaya bersama Lucy Kurniasari, ‎akan memberikan bantuan Rp 3 miliar untuk para seniman.

"Ini bentuk perhatian saya terhadap para seniman. Ini hemat saya, saya lihat belum ada perhatian sama sekali dari pemerintah. Kita lihat, gedung ludruk rusak tak terawat. Padahal ludruk ini kan kesenian yang patut dilestarikan," kata Rasiyo.

Di hadapan Anis, Rasiyo berjanji, "Kalau saya jadi nanti, mohon doa aja, ‎nanti saya akan memberi anggaran khusus Rp 3 miliar. Insya Allah kalau saya jadi saya akan memberi perhatian itu."

"Kita akan sediakan ruang pameran khusus bagi para seniman. Kalau komunikasi bagus, semuanya bisa diselesaikan. Doakan, ini untuk para seniman, para budayawan, untuk dewan kesenian di Kota Surabaya," sambungnya.

Pekan lalu DPRD Surabaya menggelar paripurna terkait anggaran untuk Gedung Dewan Kesenian Surabaya (DKS), yang berada di sebelah gedung dewan. ‎Hasil paripurna itu, dewan menyetujui anggaran Rp 10 miliar untuk renovasi Gedung DKS dan renovasi masjid di lingkungan DKS. Anggaran itu diambil dari APBD Tahun Anggaran 2016.

Sementara itu, sebelum Rasiyo datang di lapak lukisan milik seniman berkepala plontos itu, di lokasi sudah ada Ketua Komisi A DPRD Surabaya dari Partai Demokrat, Herlina Harsono Njoto. Juga hadir juru bicara pasangan Rasiyo-Lucy, Zainal Arifin dan beberapa tim.

Selanjutnya, Rasiyo datang dan melihat-lihat lukisan dipandu sang empunya lukisan. Rasiyo, mengaku tertarik membeli lukisan burung seharga Rp 700 ribu.

"Hewan-hewan ini langka, burung ini dilindungi. Ada kebersamaan terlihat dari lukisan ini. Saya ingin membelinya," ucap Rasiyo.

Sementara M Anis mengaku, niat dia membuka lapak lukisan murni inisiatif seorang seniman menjual lukisan. ‎"Saya apolitis. Siapapun yang ingin membeli (lukisan) silakan. Pejabat, calon wali kota, masyarakat, atau siapapun silakan. Saya apolitis, saya cuma mau jual lukisan," tegasnya.

Mantan wartawan senior ini juga menegaskan, lapaknya itu merupakan ide dia untuk membuka pikiran masyarakat yang ingin menghargai karya seni.

‎"Banyak masyarakat, di bayangan mereka ingin menikmati lukisan, tapi harganya mahal. Jadi karya lukisan tak bisa dijangkau masyarakat umum," jelasnya.

"Saya mencoba lukisan kaki lima. Lukisan tidak hanya sekadar soal urusan perut. ‎Tapi juga untuk masyarakat yang ingin menikmati. Saya menawarkan lukisan saya, mulai dari Rp 100 ribu, Rp 200 ribu, ada macem-macem harga yang bisa menyentuh masyarakat," pungkasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP