Belasan remaja diciduk karena diduga pengikut aliran sesat di Depok
Merdeka.com - Sebuah rumah di Gang Pancoran, Ratu Jaya Depok digeledah polisi. Pasalnya di rumah itu diduga digunakan sebagai tempat perkumpulan sebuah aliran. Penggeledahan tersebut atas laporan masyarakat.
Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Agus Wowor mengatakan anggotanya menerima laporan masyarakat banyak anak-anak remaja berkumpul tengah malam di sebuah rumah. Dari pengeledahan, polisi menemukan sejumlah barang klenik.
"Anggota kita mengamankan 19 orang rata-rata usia masih remaja dari dalam rumah," katanya, Jumat (9/2).
Salah satu yang diamankan adalah AM (18). Dia diduga guru perkumpulan tersebut. "Dia juga ikut diamankan petugas dari lokasi penggrebekan petugas," ujarnya.
Roni Wowor mengaku berdasarkan pengakuan AM kepada anggota telah memiliki murid sebanyak 18 orang rata-rata masih remaja. "Pelaku baru 3 minggu mengontrak lalu membuka praktek pengisian khodam ilmu kebatinan yaitu dengan menjual jimat berupa batu maupun wapak dengan harga mulai Rp 40 ribu hingga 200 ribu," katanya.
Jimat-jimat yang dijual AM, lanjut Kompol Roni, memiliki khasiat berupa jimat pengasihan, wapak serba guna, dan jimat kewibawaan. "Pelaku membeli jimat yang akan akan diisi ilmu tersebut di Jati Negara seharga Rp 20.000," paparnya.
Sementara itu pelaku membantah bahwa pengajian yang dipimpinnya itu aliran sesat. Ilmu yang dipelajari AM berasal dari seorang guru di daerah Pelabuhan Ratu, Jawa Barat. "Anggota kita masih menyelidiki terkait kasus tersebut apakah kelompok AM ini ada kaitan beberapa kasus tawuran yang sering terjadi di daerah Cipayung," katanya.
Dia mengatakan ke 18 murid AM berasal dari daerah Ratu Jaya, dan Kampung Baru Cagar Alam, masih ada di Polsek dimintai keterangan petugas. Selain itu barang bukti yang disita yaitu Wapak atau Isim ada 15 buah, tiga batu cincin, minyak wangi, dan uang tunai Rp 13.000.
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya