Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belajar Toleransi dari Pengemudi Ojek Online di Gereja Katedral

Belajar Toleransi dari Pengemudi Ojek Online di Gereja Katedral Toleransi Driver Ojek Online di Gereja Katedral. ©2021 Liputan6.com

Merdeka.com - Di bawah terik matahari, seorang pria berbadan gempal mengenakan atribut ojek online (ojol) terlihat melambai-lambaikan tangan. Sesekali menyetop kendaraan demi mempermudah pejalan kaki yang hendak menyeberang.

Dia adalah Adi Febriano (33). Bersama perwakilan komunitas ojek online (ojol) dan kepolisian, dia membantu mengatur arus lalu lintas. Adi berdiri di pintu III Gereja Katedral, Jakarta Pusat sejak pukul 08.00 WIB.

Adi sengaja datang dari Tangerang. Ia melupakan sejenak pekerjaan sebagai ojek daring hanya untuk membantu umat kristiani yang merayakan Natal di Gereja Katedral hari ini (25/12).

Bukan tanpa alasan, Adi ingin memberikan contoh sikap toleransi antar umat beragama. Adi sendiri adalah seorang muslim.

"Saya dan teman-teman hampir rata-rata beragama muslim. Tapi inilah bentuk toleransi kami. Setiap umat beragama mesti hidup secara berdampingan," ucap Adi.

Adi menyadari, buruh harian tidak punya penghasilan tetap seperti pegawai kantoran yang. Namun, dia tak khawatir. Baginya, rezeki sudah ada yang mengatur.

"Kalau masalah dapat penumpang atau enggak, hitung dapat rezeki baik istilahnya kita ikhlas saja," ujar dia.

Apalagi, istrinya sudah mendukung. Kepada Adi, sang istri hanya berpesan agar tetap berhati-hati. "Itu saja pesan istri," tutupnya.

Reporter: Ady Anugrahadi/Liputan6.com (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP