Bekas sopir Luthfi akui namanya dicatut buat mobil PKS
Merdeka.com - Mantan sopir bekas Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq , M Ali Imran, angkat bicara soal pemeriksaannya hari ini. Kepada wartawan, Ali yang diperiksa selama tiga jam itu mengaku ditanyai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi seputar kepemilikan mobil bekas majikannya itu.
"Kira-kira ada sepuluh pertanyaan. Iya ditanya seputar mobil saja," kata Imran kepada wartawan saat hendak pulang di lokasi parkir Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/5).
Awalnya saat didekati wartawan, Imran yang mengenakan kaus berkerah warna merah dan mengenakan jaket coklat itu nampak enggan diwawancara. Tetapi, lambat laun dia melunak.
"Saya lagi pusing nih. Pokoknya pusing Bang," ujar Imran.
Kepada awak media, Imran mengaku Kartu Tanda Penduduk dia dipakai buat mendaftarkan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) salah satu mobil milik Luthfi. Dia mengaku sering mengantar majikannya ke kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS dan Gedung DPR.
"Iya KTP dipakai, karena mobil itu buat DPP. Saya sering antar Pak Luthfi ke DPP dan DPR," lanjut Imran.
Saat ditanya apakah Imran pernah mengantar Luthfi ke Hotel Le Meridien, dia mengaku lupa. Tetapi, Imran yang mengaku hanya bekerja dua tahun sebagai sopir Luthfi itu kerap mengantar mantan bosnya ke kantor DPP PKS dan rumah pribadi. "Sekarang nganggur Mas," ucap Imran.
Imran mengaku tahu adanya usaha penyitaan mobil di kantor DPP PKS oleh KPK, meski gagal, dari media massa. Dia pun membantah pernah mengantar Ahmad Fathanah.
Imran mengaku tidak pernah mengantar Luthfi ke PT Indoguna Utama di Pondok Bambu. Dia pun mengaku saban hari bekerja sebelas jam.
"Sekarang mau pulang. Mau jemput anak pulang sekolah," kata Imran sembari menunggangi sepeda motor Yamaha Vixion. (mdk/bal)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya