Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini pembelaan Ridwan Kamil soal Bandung dikepung banjir

Begini pembelaan Ridwan Kamil soal Bandung dikepung banjir Bandung banjir. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kota Bandung disergap banjir hebat pada Senin (24/10) kemarin. Yang paling mencolok adalah banjir di kawasan Pasteur dan Jalan Pagarsih. Apalagi genangan air di Pasteur sampai melumpuhkan lalu lintas tersebut selama beberapa jam.

Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, permasalahan banjir kemarin benar-benar diluar prediksi dirinya. Hanya saja pria yang akrab disapa Emil ini menjelaskan bahwa Pemkot Bandung selama ini bekerja untuk mengentaskan masalah klasik tersebut.

"Kita tidak terlalu paham secara ilmiah karena berbulan-bulan juga kan enggak banjir di sana. Tapi pas kemarin ada situasi yang menyebabkan itu. Tentunya sebagai Pemerintah Kota saya bertanggung jawab," ujarnya.

Upaya penanggulangan masalah banjir itu kata dia, terus dilakukan Pemkot Bandung. Sebut saja proyek perbaikan gorong-gorong yang satu paket dengan trotoar. Tahun ini Pemkot Bandung sedang memperbaiki gorong-gorong di 19 titik.

"Itu menunjukkan bahwa kami tiap tahun mencicil, karena kami ada keterbatasan APBD untuk memperbaiki gorong-gorong. Sekarang perbaikan di Dago dengan gorong-gorong dua kali dua meter," ucapnya.

Untuk masalah banjir, dia juga melanjutkan di beberapa titik yang kerap digenangai air, teknologi Tol Air bakal diterapkan. Dia menyebut, sebelumnya kawasan Gedebage yang terus disergap banjir cileuncang dikala hujan kini sudah tidak dijumpai. Artinya Tol Air ini cukup ampuh.

"Gedebage yang kita pasang tol air itu jd tidak terjadi banjir lagi," ungkapnya. Teknologi Tol Air menurut dia, akan juga dipasang di Pasteur dan Pagarsih.

Karena teknologi Tol Air ini baru diterapkan di Gedebage. "Insya allah secepatnya perintah saya kepada Dinas Bina Marga Perairan untuk menerapkan di Pasteur dan Pagarsih yang heboh ini."

Tol Air ini adalah cara menyalurkan air pada sungai. Tol air ini merupakan pipa layaknya pipa ledeng. Pipa ini dipasang di lokasi banjir untuk dialirkan ke sungai tanpa takut terhambat sedimentasi yang selama ini dijumpai.

"Tol air ini sepanjang ujungnya, kalau normalnya 100 meter ya 100 meter, kalau 1 km ya 1 km, nantinya (dibuang) ke ujung sungai paling normal d ujung itu. Kalau Gedebage'kan ke Cinambo. (Pagarsih) nanti ujungnya ke ujung yang tidak potensi banjir," tandasnya. (mdk/rhm)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP