Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Begini keseruan perayaan HUT ke 70 TNI AU

Begini keseruan perayaan HUT ke 70 TNI AU HUT TNI AU. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-70 di Taxyway Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Sabtu (9/4).

Berdasarkan pantauan, dalam perayaan ini turut hadir Kasau Marsekal Agus Supriatna, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Moechgiyarto, Wakil Gubernur DKI Jakarta Dkarot Saiful Hidayat dan beberapa petinggi lainnya.

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan dan upacara yang dipimpin oleh Kasau Agus. Selanjutnya pukul 08.45 disambung demo taruna drum band oleh ratusan personel AU hingga pukul 09.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan terjun payung baik dari anggota AU pria maupun wanita yang terjun dengan sempurna.

hut ke 70 tni au

HUT ke-70 TNI AU ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Usai terjun payung, sekitar pukul 09.15 WIB diadakan simulasi teroris atau perang kota di mana sejumlah prajurit memperagakan perang dua kubu untuk membebaskan sandera dengan baku tembak dan pelemparan bom. Sebagai penutup acara HUT ini ada atraksi udara atau composite strike oleh pesawat tempur, pesawat sukhoi, pesawat F-16 dan beberapa pesawat lainnya yang membuat kagum para hadirin.

"Ini HUT ke-70 AU. Hari ini kita menunjukkan apa yang kita butuhkan ke depan," kata Kasau Agus, Sabtu (9/4).

"Kenapa tadi ada atraksi composite strike? Itu adalah suatu operasi udara sesuai dengan yang ada di doktrin Swabuwana Paksa," tambahnya.

hut ke 70 tni au

HUT ke-70 TNI AU ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Doktrin tersebut, Agus melanjutkan, adalah salah satu operasi udara strategis. Setelah itu melaksanakan operasi dukungan.

"Sebelum masuk pasukan lain, kita harus bisa menyerang langsung. Kita sasar-sasaran strategis. Pokoknya hari ini kita melaksanakan atraksi sesuai yang ada dalam doktrin TNI Swabuwana Paksa," jelasnya.

Disinggung ada perbedaan dengan perayaan tahun lalu, Agus melanjutkan, Dengan tema 'Dilandasi Moralitas, Integritas, Profesionalitas dan Militansi, TNI Angkatan Udara Siap mengamankan Wilayah Dirgantara Dalam Rangka Penegakan Kedaulatan dan Keutuhan NKRI', lihatnya melihat airman semua personel AU sudah melawan kodrat hidupnya.

hut ke 70 tni au

HUT ke-70 TNI AU ©2016 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

"Kita hidup melawan gravitasi dan kita bermain-main di udara. Semua airman yang beraksi di udara sudah melawan doktrin, harusnya kita hidup di darat. Oleh karena pasukan AU moralitas dan karakter harus kuat," ungkapnya.

"Segala harus terlatih dan memiliki karakter kuat yang sulit mudah terpengaruh. Makanya kenapa saya ingin setiap sambung rasa kita jangan lupa, bahwa jika airman kita sedikit saja lupa darat atau sombong sehingga akan dibikin lupa oleh maha kuasa. Apalagi aerobatic, itu tahu puterannya sekian, kecepatannya sekian harus sesuai kalau lewat dari perhitungannya sudah saja lepas atau dicancel, tapi kalau timbul rasa 'ah bisa' timbul rasa sombong maka terjadilah kecelakaan. Makanya harus dikandasi oleh integritas sesuatu yang punya integritas," tutupnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP