Ini Kelihaian Remaja Pengunggah Parodi Indonesia Raya Hingga Gunakan Nomor Malaysia
Merdeka.com - Seorang remaja berinisial MDF (16) berhasil diringkus Polisi setelah aksi memparodikan lagu Indonesia Raya yang menjadi viral di media sosial. Ia yang masih berstatus pelajar ditangkap di rumahnya daerah Cianjur.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Raden Argo menjelaskan jika latar belakang terjadinya niatan membuat lagu parodi Indonesia Raya tersebut yang juga pelakunya terdapat di Malaysia dengan inisial NJ. Bermula ketika NJ dan MDF yang berteman di dunia maya kerap kali berkomunikasi.
Lalu, kata Argo, pada suatu waktu antara MDF dan NJ mereka berdua saling marah hingga pada akhirnya MDF membuat lagu Indonesia Raya yang diparodikan menggunakan data dari NJ.
"Kemudian karena MDF ini membuat di kanal YouTube itu parodi lirik video dengan menggunakan nama NJ kemudian dia tag lokasinya di Malaysia, menggunakan nomor Malaysia, akhirnya kan yang dituduh NJ. NJ itu marah sama MDF," kata Argo saat konferensi pers Jumat (1/1).
Karena perbuatannya, lantas NJ yang berada di Malaysia langsung membalas perbuatan MDF dengan membuat konten Channel Asean di Youtube yang lagu parodi tersebut ditambah gambar babi.
"Salahnya NJ itu buat kanal YouTube lagi dengan konten chanel Asean. Dia membuat Channel Asean kemudian mengedit isi yang sudah disebar MDF, dengan ditambahkan ada gambar babi yang ditambahi NJ. Jadi NJ yang di Malaysia membuat, kemudian MDF yang di Indonesia, Cianjur membuat karena marah ini kemudian membuat," jelasnya.
Atas perbuatannya MDF pun telah diamankan di Bareskrim Polri, sementara NJ yang berada di Malaysia telah diamankan Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM).
"Nanti kita akan periksa, karena baru tadi malam datang, nanti kita akan periksa motif dan kita akan tahu nanti kenapa dia marah yang di upload di Channel youtube. Untuk NJ di Malaysia masih di Sabah, kita masih komunikasi dengan Kepolisian Malaysia untuk pendalaman," jelasnya.
Untuk diketahui, dalam video parodi lagu Indonesia Raya yang diunggah, pelaku melakukan perubahan dalam bentuk lirik.
Tiap kata yang diubah mengandung kata-kata provokatif. Bukan berhenti situ saja, Burung Garuda yang menjadi simbol negara Indonesia juga diganti menjadi ayam.
Dalam rekaman video itu juga terlihat kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang ditulis secara terbalik.
Pengguna media sosial Indonesia mengecam tindakan tersebut. Dalam kolom komentar, banyak pihak yang menyarankan agar video berisik pesan provokatif di parodi lagu Indonesia Raya itu di-report.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya