Begini cara Risma cegah anak muda Surabaya gabung Gafatar
Merdeka.com - Ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) menjadi bahan perbincangan akhir-akhir ini. Bagaimana tidak, sejumlah orang diketahui menghilang karena mengikuti organisasi terlarang tersebut.
Wali Kota Surabaya terpilih Tri Rismaharini menyatakan punya cara jitu agar warga Kota Pahlawan tak menjadi pengikut Gafatar.
"Gafatar itu biasanya merangkul anak-anak muda dan kami turun. Saya hampir sehari dua kali bersama Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), ada Kepolisian, Koramil turun ke anak-anak muda menjelaskan kepada mereka. Kami juga pantau mereka," kata Risma saat ditemui di Rakernas PDIP, JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (12/1).
Meski demikian, Risma mengakui memang sulit mengantisipasi gerakan yang dinilai sesat seperti Gafatar, terutama di kalangan mahasiswa. Sebab, justru kaum terpelajar yang sangat mudah terpengaruh masuk ormas seperti Gafatar.
Untuk itu, Pemprov Surabaya akan melakukan koordinasi dengan pihak perguruan tinggi agar ajaran Gafatar tak masuk ke lingkungan perkuliahan.
"Cuma yang agak sulit dideteksi adalah anak-anak di sekitaran yang di kampus, karena mereka pintar-pintar. Tapi kalau yang di masyarakat kami sudah atasi," katanya.
"Yang di kampus ini kami sedang gandeng perguruan tinggi," tambahnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya